JAMBI, tabloidnusantara. Ketegasan dimulai dari dalam. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi menggelar inspeksi mendadak terhadap ponsel seluruh pegawai, Senin. Sasarannya satu: memastikan tidak ada celah keterlibatan aparatur dalam judi daring.
Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi Irwan Rahmat Gumilar memimpin langsung sidak itu. Ia didampingi pejabat administrator dan tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal. Puluhan perangkat komunikasi diperiksa satu per satu di lingkungan kantor wilayah.
“Sidak ini langkah preventif untuk memastikan jajaran benar-benar bersih dari judi online,” kata Irwan.
Pemeriksaan tidak berhenti pada riwayat aplikasi saja. Tim juga mengecek seberapa aktif pegawai menggunakan media sosial resmi Ditjenpas untuk menyebarkan informasi kinerja pemasyarakatan. Tujuannya ganda, menutup ruang pelanggaran sekaligus mendorong ASN menjadi corong informasi yang edukatif dan positif.
Irwan menekankan ASN memiliki tanggung jawab moral dan kedinasan untuk menjaga integritas. Judi online dinilainya bukan hanya merusak pribadi, tetapi juga mencoreng nama baik institusi.
“Jangan sampai ada pegawai terlibat aktivitas yang merusak integritas. Gunakan perangkat komunikasi dan media sosial secara bijak,” ujarnya.
Hasilnya nihil. Tidak ditemukan pelanggaran terkait judi daring dari sidak kali ini. Bagi Irwan, itu bukan alasan untuk berhenti. Upaya pencegahan harus dilakukan serius dan berkelanjutan.
Melalui pengawasan konsisten, Kanwil Ditjenpas Jambi ingin membangun budaya kerja yang bersih, tertib, dan berintegritas. Harapannya sederhana: memperkuat kepercayaan publik bahwa lembaga pemasyarakatan dikelola oleh aparatur yang patuh aturan dan mampu menjadi contoh di masyarakat.
