BANDUNG, tabloidnusantara, Kedoknya rapi seperti startup. Ada pembagian tugas, ada operator, ada CCTV dan printer. Tapi produknya fiktif.
Direktorat Reserse Siber Polda Jabar membongkar jaringan penipuan online terstruktur di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. 12 orang diamankan. Dalangnya? Sepasang suami istri berinisial R dan MA.
Penggerebekan ini membuktikan satu hal: kejahatan siber kini sudah “berkantor”. Profesional, terstruktur, dan lintas provinsi.
Modus: Jual Kendaraan Fiktif Lewat Medsos
Kasus terbongkar setelah ada laporan korban di Jawa Barat yang tertipu saat membeli kendaraan lewat media sosial.
Dari jejak digital itu, penyidik Ditressiber Polda Jabar menelusuri hingga ke Sidrap. Hasilnya: sebuah “call center penipuan”.
Sejak akhir 2024, sindikat yang dipimpin pasutri R dan MA ini mempekerjakan belasan anak muda. Tugasnya jelas:
1. Buat unggahan barang jualan fiktif
2. Respon calon pembeli lewat chat dan telepon
3. Tawarkan barang hingga korban transfer
Semua dilakukan layaknya karyawan. Ada shift, ada target, ada SOP.
Saat digerebek, polisi tidak menemukan kandang. Yang ditemukan justru peralatan kantor: router WiFi outdoor, printer, kamera CCTV, hingga buku catatan pengiriman paket.
Artinya sindikat ini sudah membangun sistem. Ada manajemen, ada administrasi, dan ada upaya menutupi jejak. CCTV dipasang bukan untuk keamanan, tapi untuk memantau operatornya sendiri.
“Ini bukan penipuan iseng. Ini industri,” kata salah satu penyidik di lokasi.
Ke-12 tersangka kini sudah dibawa ke Mapolda Jawa Barat. Mereka dijerat UU ITE dan KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara dan denda Rp12 miliar.
Penyidik masih mendalami: sudah berapa korban? Berapa total kerugian? Dan kemana aliran dana hasil penipuan mengalir.
Kapolda Jabar belum merinci total kerugian. Tapi satu laporan saja bisa puluhan juta. Bayangkan jika sudah ratusan korban.
Pesan untuk publik: hati-hati beli kendaraan online. Cek fisik, cek penjual, dan jangan transfer ke rekening pribadi tanpa bukti jelas.
Karena di luar sana, ada “kantor” yang kerjaannya memang menipu Anda.
