WAKATOBI, tabloidnusantara. Seekor hiu paus berukuran besar ditemukan terdampar di perairan dangkal Desa Matahora, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (19/9/2026).
Dalam video yang diunggah akun Facebook Tindoi Leama, hiu berbintik putih dengan panjang diperkirakan lebih dari lima meter itu terlihat tergeletak di permukaan air yang surut. Tubuhnya sesekali mengejang, kesulitan bergerak kembali ke laut lepas.
Warga yang berada di lokasi langsung melakukan penyelamatan secara swadaya. Dengan peralatan seadanya, mereka mendorong tubuh hiu secara perlahan menuju area yang lebih dalam.
Sejumlah anak-anak ikut membantu menjaga kondisi hiu tetap hidup dengan terus menyiramkan air laut ke bagian punggung dan siripnya agar tidak kekeringan
“Upaya evakuasi terus dilakukan warga, namun bobot hiu ini terlalu berat,” tulis pemilik akun dalam keterangan unggahannya.
Peristiwa terdamparnya biota laut dilindungi itu juga mendapat perhatian dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, menyebut ada faktor cuaca dan oseanografi yang mendorong hiu paus ke pesisir.
Berdasarkan analisis Ocean Forecast System (OFS), pada Jumat (18/9) sore hingga malam hari, perairan timur Pulau Wangi-Wangi atau Laut Banda timur Wakatobi mengalami peningkatan dinamika laut.
Terpantau pergerakan gelombang dari arah timur hingga tenggara dengan ketinggian 1,25 sampai 2,0 meter, disertai angin timuran dengan kecepatan 5 hingga 20 knot.
Kondisi tersebut menciptakan arus yang bergerak kuat menuju pesisir timur Wangi-Wangi.
Faizal menjelaskan, kombinasi gelombang, angin, dan arus itulah yang diduga menjadi salah satu faktor utama hiu paus terbawa hingga ke perairan dangkal Desa Matahora.
Hingga berita ini diturunkan, warga bersama aparat desa masih berupaya mengevakuasi hiu paus tersebut ke laut dalam dalam kondisi hidup.
Hiu paus sendiri merupakan spesies yang dilindungi di Indonesia dan keberadaannya menjadi indikator penting kesehatan ekosistem laut Wakatobi yang masuk dalam kawasan Taman Nasional.
