Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HEADLINE

GUNUNG ANAK KRAKATAU MENGAMUK LAGI, DENTUMAN TERDENGAR HINGGA BANTEN DAN LAMPUNG

SERANG, tabloidnusantara. Selat Sunda kembali bergemuruh. Gunung Anak Krakatau erupsi dengan intensitas tinggi sejak Jumat malam dan aktivitasnya masih berlangsung hingga Sabtu siang, (5/8).

Dari Pos Pengamatan Gunung Api Pasauran, petugas mencatat erupsi pertama kali terjadi pada pukul 23.07 WIB, 4 September. Sejak saat itu semburan material dan lava pijar terus menyembur ke udara.

“Pemantauan Gunung Api Anak Krakatau masih menunjukkan erupsi yang cukup intens, di mana erupsi dimulai sejak semalam, tanggal 4 September 2026 pukul 23.07 sampai dengan hari ini, sampai dengan saat ini erupsi masih terus berlanjut,” ujar Petugas Pengamat Gunung Anak Krakatau Pasauran, Muhammad Dika, Sabtu.

Dentuman kuat dari kawah tidak hanya terdengar di sekitar pulau. Suaranya merambat melalui udara hingga ke sejumlah wilayah pesisir Banten dan Lampung.

Warga di pesisir sempat kaget karena suara itu menggelegar seperti petir. Dika menegaskan suara tersebut murni berasal dari aktivitas erupsi, bukan dari gempa bumi atau pergerakan tanah.

Pengamat Gunung Api lainnya, Rioboniek Situmorang, menggambarkan pola erupsi saat ini sebagai lava fountain atau lava air mancur. Cahaya merah pijar dan gemuruh terdengar jelas dari Pos PGA Pasauran. Parahnya lontaran material membuat CCTV pengamatan di lapangan tidak berfungsi karena terkena imbas langsung erupsi.

Meski aktivitasnya tinggi, status Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada di level Siaga III berdasarkan data Magma ESDM.

Soal kekhawatiran tsunami seperti yang terjadi pada 2018, Dika memastikan risikonya sangat kecil.

“Untuk potensi tsunami seperti 2018, sangat kecil kemungkinannya, bisa dibilang tidak ada potensi,” katanya.

Menurutnya, tubuh Gunung Anak Krakatau saat ini masih relatif kecil sehingga energi yang dilepaskan belum cukup untuk memicu gelombang besar.

Petugas terus memantau perkembangan erupsi 24 jam. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak mendekat dalam radius 5 kilometer dari kawah dan tetap mengikuti informasi resmi dari PVMBG serta BPBD setempat.

Langit di atas Selat Sunda masih dipenuhi abu dan pijar. Dentuman yang sesekali terdengar menjadi pengingat bahwa Anak Krakatau belum berhenti menunjukkan kekuatannya.