Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
Business

GUBERNUR PAPUA TENGAH SOROTI POTENSI PERTANIAN DEIYAI, 10 RIBU BIBIT POHON DISIAPKAN UNTUK PENGHIJAUAN

PAPUA TENGAH, tabloidnusantara. Potensi pertanian terpadu berbasis masyarakat menjadi perhatian Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa saat mengunjungi Kelompok Tani Maju di Kampung Onago, Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai, Selasa (8/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda kerja gubernur di Deiyai untuk melihat langsung usaha masyarakat, termasuk pertanian, pembibitan tanaman dan peternakan yang dikembangkan secara mandiri.

Kelompok Tani Maju yang dipimpin Yesaya Giyai menjadi salah satu contoh usaha pertanian yang berkembang secara terpadu. Yesaya merupakan petani yang telah lama mengelola lahan secara mandiri dan pernah mendapat pembinaan melalui Sekolah Pertanian Lapangan (SPL) Moanemani.

Di lokasi pembibitan, Nawipa melihat langsung berbagai tanaman yang dikembangkan Yesaya, mulai dari sayuran hingga bibit cemara dan jenis pohon lainnya yang dipersiapkan untuk mendukung penghijauan serta reboisasi.

Tak hanya tanaman, usaha tersebut juga mencakup peternakan kelinci, ayam, babi dan sapi.

“Kami sudah lama mengelola pertanian ini. Selain tanaman sayuran, di sini kami juga mengembangkan bibit pohon dan memelihara ternak seperti kelinci, ayam dan babi. Semua kami kelola sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang ada,” kata Yesaya.

10 Ribu Bibit untuk Penghijauan

Potensi pembibitan di Deiyai juga diarahkan untuk memperkuat program penghijauan. Bupati Deiyai Melkianus Mote mengatakan pemerintah daerah sebelumnya telah membeli 10 ribu bibit pohon untuk mendukung kegiatan penghijauan.

“Tahun lalu pemerintah kabupaten Deiyai membeli 10 ribu bibit pohon untuk penghijauan,” ujar Mote.

Pada tahun ini, Yesaya kembali menyiapkan 10 ribu bibit pohon. Sebanyak 5.000 bibit diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan 5.000 bibit lainnya diterima Pemerintah Kabupaten Deiyai.

Nawipa meminta bibit tersebut tidak sekadar dibagikan, tetapi dikembangkan melalui kelompok-kelompok masyarakat sehingga gerakan penghijauan dapat terus berkembang.

“Nanti 10 ribu ini kembangkan kelompok dan bagi bibit ini dan tanam di gunung-gunung,” pesan Nawipa.

Arahan tersebut menekankan pentingnya pengelolaan bibit secara berkelanjutan, terutama untuk kawasan lereng dan pegunungan yang membutuhkan penguatan tutupan vegetasi.

Kunjungan gubernur sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan ekonomi masyarakat di Deiyai tidak hanya bertumpu pada satu komoditas. Pertanian, peternakan dan pembibitan pohon dapat dikembangkan secara terpadu dengan masyarakat sebagai pelaku utama.

Dengan dukungan pemerintah daerah, pengalaman petani lokal seperti Yesaya diharapkan menjadi model pengembangan usaha tani berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat agenda ketahanan pangan dan penghijauan di Papua Tengah.