Rabu, 14 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
BUDAYA

DARI JAYAPURA KE BOSTON UNIVERSITY, YUNASILA YOBEE BAGIKAN KUNCI MENEMBUS BEASISWA LPDP

Bagikan berita:

JAYAPURA, tabloidnusantara. Perjalanan pendidikan Yunasila Silviane Yobee menjadi gambaran bahwa keterbatasan kemampuan bahasa asing bukanlah penghalang untuk meraih kesempatan belajar di tingkat internasional. Perempuan asal Jayapura, Papua, tersebut berhasil melanjutkan pendidikan magister di Boston University, Amerika Serikat, melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Kisah Yunasila, yang akrab disapa Yuna, diungkapkan dalam siniar To The Point Aja yang tayang di kanal YouTube SINDOnews. Dalam perbincangan tersebut, ia menceritakan perjalanan pendidikannya sekaligus menyoroti pentingnya penguasaan bahasa Inggris bagi anak-anak Papua untuk memperluas akses pendidikan dan peluang masa depan.

Yuna lahir dan menempuh pendidikan dasar hingga sekolah menengah pertama di Jayapura. Ia kemudian melanjutkan pendidikan sekolah menengah atas di Malang, Jawa Timur, sebelum menempuh pendidikan sarjana di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Sumedang, Jawa Barat.

Setelah menyelesaikan pendidikan di IPDN, Yuna memperoleh beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi magister di Boston University.

Namun, perjalanan tersebut tidak dimulai dengan kemampuan bahasa Inggris yang sudah mumpuni. Yuna mengakui bahwa hingga jenjang SMA, penguasaan bahasa Inggrisnya masih terbatas. Keseriusannya mempelajari bahasa internasional itu justru tumbuh ketika menjalani pendidikan di perguruan tinggi.

“Jadi sebenarnya kunci untuk anak-anak Papua atau anak-anak Indonesia pada umumnya untuk memperluas koneksi atau peluang itu sebenarnya dari bahasa Inggris,” ujar Yuna dalam siniar tersebut, dikutip Rabu (14/10/2026).

Menurut Yuna, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu modal penting untuk membuka akses terhadap informasi, memperluas jaringan, serta menjangkau peluang pendidikan yang lebih luas, termasuk beasiswa ke luar negeri.

Pengalaman yang ia lalui menunjukkan pentingnya membangun kesiapan sejak dini, baik melalui penguasaan bahasa, kemauan belajar, maupun keberanian untuk mengejar kesempatan di luar lingkungan sendiri.

Bagi generasi muda Papua, akses terhadap pendidikan berkualitas dan informasi beasiswa menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masa depan. Pengalaman Yuna dapat menjadi referensi bahwa peluang pendidikan internasional perlu diimbangi dengan persiapan akademik dan kemampuan komunikasi yang memadai.

Selain membagikan pengalaman pendidikan, Yuna juga berbicara mengenai hal-hal ideal yang perlu dilakukan untuk membangun Papua. Pandangannya tersebut menjadi bagian dari diskusi mengenai peran pendidikan dalam mempersiapkan sumber daya manusia Papua agar mampu mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Kisah Yuna menegaskan bahwa perjalanan menuju pendidikan tinggi di luar negeri membutuhkan proses, persiapan, dan kemauan untuk terus mengembangkan diri. Penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu bekal yang dapat membantu generasi muda Papua memperluas pilihan dan meraih kesempatan di tingkat nasional maupun internasional.