Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

CETAK SAWAH DI TANAH PAPUA BARU 16 PERSEN, KEMENTAN DESAK PERCEPATAN

JAYAPURA, tabloidnusantara. Program cetak sawah tahun anggaran 2026 di Tanah Papua masih berjalan lambat. Hingga memasuki pertengahan masa kontrak, progres konstruksi baru mencapai sekitar 16–17 persen, jauh di bawah capaian yang seharusnya sudah menembus lebih dari 50 persen.

Kementerian Pertanian (Kementan) menilai kondisi tersebut perlu segera ditangani melalui langkah percepatan di sejumlah lokasi yang progres pekerjaannya masih tertinggal.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto, mengatakan target cetak sawah di Papua sebelumnya mencapai sekitar 61.000 hektare. Setelah dilakukan addendum, target tersebut disesuaikan menjadi sekitar 15.000 hektare.

“Untuk di Papua kami telah disesuaikan targetnya tersebut, namun progres konstruksi hingga saat ini baru mencapai sekitar 16–17 persen,” kata Hermanto di Jayapura, Sabtu.

Menurut dia, capaian tersebut menjadi perhatian serius karena pelaksanaan pekerjaan telah memasuki pertengahan masa kontrak. Secara ideal, progres pekerjaan pada tahap tersebut seharusnya telah melampaui separuh target yang ditetapkan.

Kementan kemudian menggelar rapat koordinasi evaluasi untuk membedah penyebab lambannya pelaksanaan program. Evaluasi mencakup capaian fisik, tata kelola administrasi serta berbagai kendala teknis dan sosial yang ditemukan di lapangan.

“Evaluasi dilakukan untuk mengetahui perkembangan pekerjaan sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang menghambat pelaksanaan program di lapangan,” ujarnya.

Hermanto menegaskan percepatan tidak bisa hanya dilakukan pada aspek konstruksi. Seluruh pihak yang terlibat harus segera menyelesaikan persoalan administrasi maupun kendala lapangan agar pekerjaan tidak semakin tertinggal.

Ketersediaan alat berat menjadi salah satu hal yang perlu dipastikan. Selain itu, pembagian tugas dan tanggung jawab pada setiap lokasi harus diperjelas agar tidak terjadi hambatan dalam pelaksanaan pekerjaan.

“Melalui rapat koordinasi tersebut, kami sangat mendorong penyusunan solusi yang terukur serta langkah percepatan agar pembangunan sawah baru di Papua dapat diselesaikan secara efektif dan berkelanjutan,” katanya.

Program cetak sawah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas lahan pertanian di Tanah Papua. Namun, rendahnya progres pekerjaan membuat percepatan menjadi kunci agar target pembangunan lahan pertanian baru tidak kembali tertunda.

Kementan meminta seluruh pihak terkait tidak berhenti pada tahap evaluasi, tetapi segera menerjemahkan hasil koordinasi menjadi langkah konkret di lapangan sehingga pekerjaan dapat dikejar dan diselesaikan sesuai target.