SIDOARJO, tabloidnusantara. Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, harus dilarikan ke rumah sakit setelah diduga keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis. Peristiwa itu memicu kemarahan publik dan membuat Bupati Sidoarjo Subandi turun langsung untuk melakukan pemeriksaan.
Subandi menyatakan akan mengecek Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kalitengah pada Rabu besok bersama seluruh dinas terkait. Ia menegaskan tidak akan memberi toleransi jika ditemukan pelanggaran perizinan.
“Besok insyaallah akan kita cek ke sana, ya, dengan semuanya dinas pengampu, ya, termasuk perizinan, termasuk Dinkes dan lain-lain akan kita cek persoalan apa di sana,” ujar Subandi saat ditemui di RSUD Notopuro, Selasa (1/9).
Bupati menyebut dirinya sebagai kepala daerah hanya bisa mengawasi, bukan mengintervensi teknis dapur MBG. Namun pengawasan itu, katanya, harus berujung pada tindakan tegas jika terbukti ada kelalaian.
“Kita cek kenapa sampai terjadi seperti ini persoalannya apa dan kita sebagai pimpinan daerah kita tahunya kan satu titik saja dan tugas kita sebagai kepala daerah kan sebagai pengawasan. Makanya kita besok lihat kalau izin tidak ada saya suruh berhenti dulu,” tegasnya.
Data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo menunjukkan dampaknya cukup besar. Kepala Dinkes dr Lakhsmie Herawati Yuwantina menyebut sebanyak 293 santri saat ini masih menjalani perawatan yang tersebar di delapan rumah sakit. Dari jumlah itu, delapan santri mengalami gejala berat dan masih dalam pemantauan intensif tim medis.
“Ada 293 santri dirawat di delapan rumah sakit,” kata dr Lakhsmie.
Keracunan diduga terjadi setelah para santri menyantap menu MBG yang dibagikan siang itu. Gejala pertama muncul usai salat zuhur. Memasuki waktu asar, keluhan mual, muntah dan pusing mulai dirasakan. Puncaknya menjelang magrib, ambulans dan kendaraan warga hilir mudik membawa para santri ke rumah sakit terdekat.
Kasus ini menjadi sorotan karena MBG merupakan program prioritas pemerintah untuk pemenuhan gizi anak. Di Sidoarjo, SPPG Kalitengah menjadi salah satu dapur penyuplai yang kini nasibnya berada di ujung tanduk.
Subandi berjanji hasil pemeriksaan besok akan menjadi dasar keputusan. Jika izin operasional tidak lengkap atau ditemukan prosedur yang melanggar standar, dapur tersebut akan langsung diberhentikan sementara.
Sementara itu tim medis di delapan rumah sakit masih bekerja menstabilkan kondisi para santri. Keluarga dan pengasuh pondok berharap penyebab pasti segera diumumkan agar kejadian serupa tidak terulang di pesantren lain.
