Kamis, 29 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

APRESIASI SINERGI TNI, BIN, DAN POLRI, MENKO POLKAM TEGASKAN PENDEKATAN PERSUASIF DAN PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN SEBAGAI KUNCI KONDUSIVITAS PAPUA

Bagikan berita:

TIMIKA, tabloidnusantara. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, memberikan apresiasi tinggi atas efektivitas pendekatan persuasif serta pembangunan sosial-ekonomi yang diterapkan secara terpadu oleh personel TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polri di seluruh wilayah Tanah Papua.

Pernyataan apresiasi tersebut disampaikan Menko Polkam usai meninjau kesiapsiagaan personel Satgas TNI di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, jajaran BIN, serta Polri di Mako Yonif 754/ENK, yang dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Wilayah bersama para Kepala Daerah se-Papua di Base Ops Lanud Yohanis Kapiyau, Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Menko Polkam menegaskan bahwa sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, stabilitas keamanan Papua harus dijaga melalui kombinasi penegakan hukum yang tegas dan terukur terhadap kejahatan bersenjata, bersanding lurus dengan pendekatan kemanusiaan yang menyentuh akar kesejahteraan masyarakat.

“Menjaga stabilitas Papua tidak hanya berfokus pada tindakan tegas dan terukur sesuai koridor hukum, tetapi juga mengedepankan pendekatan persuasif dan dialogis. Sinergi antara TNI, BIN, Polri, dan Pemerintah Daerah merupakan fondasi utama untuk membangun kepercayaan publik sekaligus memberikan ruang terhormat bagi saudara-saudara kita anggota OPM untuk kembali merangkul NKRI,” tegas Menko Polkam Dudung Abdurachman di Timika, Kamis (29/10).

Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menjelaskan bahwa kehadiran satuan TNI dan BIN di kawasan Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) dilaksanakan melalui program-program teritorial yang berdampak langsung bagi kehidupan warga lokal, seperti pelayanan medis lapangan, mengajar di sekolah-sekolah perbatasan, serta gotong-royong membangun sarana publik (jembatan gantung, rumah ibadah, dan sekolah).

Pendekatan empati dan teritorial terpadu ini terbukti efektif menurunkan tensi konflik di wilayah rawan. Dampak positif dari pendekatan sosial ini ditunjukkan dengan kesadaran sejumlah anggota maupun simpatisan kelompok bersenjata yang secara sukarela menyerahkan persenjataan dan menyatakan ikrar kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pemerintahbersama pimpinan TNI, BIN, dan Polri berkomitmen untuk terus merawat keamanan yang kondusif di Tanah Papua guna menjamin kelancaran Proyek Strategis Nasional (PSN), percepatan infrastruktur daerah, serta peningkatan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan.