JAKARTA, tabloidnusantara. TNI AU berhasil menghadirkan hujan buatan untuk memadamkan titik api di area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
Dalam siaran pers resmi TNI AU yang diterima di Jakarta, Selasa, dijelaskan hujan buatan itu terjadi berkat operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan TNI AU dan instansi pemerintah terkait.
“Operasi ini merupakan bagian dari upaya terpadu untuk mendukung penanganan karhutla, terutama di kawasan gambut terdampak,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi dalam siaran pers tersebut.
Feri menjelaskan, OMC dilaksanakan melalui kolaborasi TNI AU, BMKG, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta instansi pemerintah daerah. Seluruh instansi tersebut bekerja sama dari segi pengadaan armada, personel, analisis meteorologi, penyiapan bahan semai, hingga koordinasi pelaksanaan operasi.
Dalam operasi tersebut, TNI AU mengerahkan satu pesawat C-130 Hercules dan dua pesawat Casa C-212, didukung dua pesawat BNPB untuk membawa bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) dan dry ice.
Dua bahan baku utama itu digunakan untuk membuat senyawa buatan yang menghasilkan hujan dari langit.
Berkat operasi tersebut, hujan terpantau di beberapa wilayah seperti Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Musi Rawas, Muara Enim, serta Kota Palembang.
“Perkembangan cuaca dan kondisi atmosfer terus dipantau sebagai bahan pertimbangan untuk pelaksanaan operasi selanjutnya,” kata Feri.
Feri memastikan pihaknya akan terus menyiagakan pesawat angkut untuk menjalankan OMC di wilayah terjadinya karhutla.
“TNI AU terus mendukung upaya mitigasi karhutla di Sumatera Selatan. Hujan yang turun diharapkan membantu menjaga kelembapan lahan gambut dan mendukung upaya pengendalian kebakaran di wilayah terdampak,” tutup Feri.
