Selasa, 27 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
BUDAYA

PT. AGRINAS PALMA NUSANTARA BUKA AKSES PENDIDIKAN BAGI 25 PEMUDA ASLI PAPUA, SIAPKAN SDM PERKEBUNAN MASA DEPAN

Bagikan berita:

SLEMAN, tabloidnusantara. Sebanyak 25 pemuda Orang Asli Papua (OAP) asal Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Papua dari PT Agrinas Palma Nusantara (Persero). Program ini membuka jalan bagi generasi muda Papua untuk memperoleh pendidikan vokasi sekaligus mempersiapkan tenaga profesional lokal di sektor perkebunan.

Serah terima peserta beasiswa berlangsung di LPP Villa Kaliurang, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (23/10/2026). Para penerima beasiswa terdiri atas 15 perempuan dan 10 laki-laki yang berasal dari 17 distrik di Papua Selatan.

Mereka merupakan lulusan SMA yang sebelumnya belum memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Melalui program ini, keterbatasan akses pendidikan diharapkan tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak Papua untuk mengembangkan kemampuan dan meraih masa depan yang lebih baik.

Seluruh penerima beasiswa akan menempuh pendidikan Diploma III (D3) Budidaya Tanaman Perkebunan di Politeknik LPP Yogyakarta. Perkuliahan dijadwalkan dimulai pada 26 Oktober 2026, dengan sistem pendidikan yang memadukan pembelajaran akademik dan praktik kerja sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Investasi pendidikan untuk masa depan Papua

Program beasiswa ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat asli Papua, khususnya generasi muda dari wilayah yang masih membutuhkan penguatan sumber daya manusia.

Pendidikan vokasi di bidang perkebunan diharapkan membekali para mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan teknis, dan kompetensi profesional yang dapat dimanfaatkan ketika kembali berkontribusi bagi daerah asal mereka.

PT Agrinas Palma Nusantara menyebut program tersebut sebagai angkatan pertama beasiswa khusus bagi OAP. Program ini direncanakan berlanjut sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia lokal yang kompeten untuk mendukung pengembangan sektor perkebunan di Papua Selatan.

Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh keberangkatan mahasiswa atau dimulainya perkuliahan. Pendampingan selama masa studi, kelulusan, serta tersedianya kesempatan kerja dan pengembangan usaha di daerah asal juga menjadi faktor penting agar manfaat beasiswa dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Perempuan Papua turut mendapat kesempatan yang setara

Kehadiran 15 perempuan di antara 25 penerima beasiswa menunjukkan terbukanya kesempatan bagi generasi muda perempuan Papua untuk memperoleh pendidikan tinggi dan mengembangkan kompetensi di sektor perkebunan.

Kesempatan tersebut penting agar pembangunan sumber daya manusia di Papua tidak hanya menjangkau kelompok tertentu, tetapi memberikan ruang yang setara bagi perempuan dan laki-laki untuk meningkatkan kemampuan serta mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Program ini juga sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, yang menempatkan pendidikan tinggi sebagai instrumen untuk menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kolaborasi PT Agrinas Palma Nusantara dan Politeknik LPP Yogyakarta memperlihatkan bagaimana kerja sama antara dunia pendidikan dan dunia industri dapat membuka peluang bagi generasi muda dari daerah yang membutuhkan dukungan afirmatif.

Pada akhirnya, beasiswa bagi 25 pemuda asli Papua ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Program tersebut merupakan investasi bagi masa depan generasi muda, keluarga, dan daerah asal mereka.

Harapannya, ilmu yang diperoleh di Yogyakarta kelak dapat menjadi bekal untuk membangun kapasitas masyarakat lokal, meningkatkan kualitas tenaga kerja, dan memperluas keterlibatan orang asli Papua dalam pengembangan ekonomi daerah.