Minggu, 25 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
EKONOMI

PERKUAT KETAHANAN PANGAN MANDIRI, PEMPROV PAPUA KEJAR PENYELESAIAN CETAK SAWAH 3.800 HEKTARE HINGGA AKHIR NOVEMBER 2026

Bagikan berita:

JAYAPURA, tabloidnusantara. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mempercepat penyelesaian program cetak sawah seluas 3.800 hektare guna memperkuat kemandirian pangan daerah dan mengikis ketergantungan pasokan beras dari luar wilayah Tanah Papua.

Dari total target 3.800 hektare yang telah ditetapkan melalui adendum kontrak, sekitar 1.800 hektare lahan pertanian telah berhasil dibeli dan dibuka. Pemprov Papua menargetkan seluruh sisa pekerjaan pembukaan lahan seluas 2.000 hektare dapat rampung secara menyeluruh pada 30 November 2026.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua, Lunanka V.M.L. Daimboa, menjelaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan lapangan dikerjakan secara bersinergi oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Papua melalui skema Swakelola Tipe II demi menjamin mutu serta percepatan pengerjaan fisik di lokasi sasaran.

“Penyelesaian cetak sawah target 3.800 hektare hingga akhir November ini menjadi fondasi krusial bagi ketahanan pangan Papua. Kami mengawal ketat progres teknis di lapangan agar lahan yang sudah dibeli dan dibuka ini dapat segera ditanami serta dimanfaatkan secara produktif oleh para petani lokal,” ujar Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua, Lunanka V.M.L. Daimboa, di Jayapura, Minggu (25/10).

Selain menuntaskan target fiskal Q4 2026, Pemprov Papua kini mematangkan rancangan program lanjutan Cetak Sawah Rakyat untuk tahun anggaran 2027. Skema ekspansi lahan pertanian ini dirancang untuk terus memperluas areal persawahan produktif berbasis pemberdayaan masyarakat.

Dinas Pertanian mengkalkulasikan bahwa jika pengembangan lahan persawahan produktif mencapai 3.000 hektare dengan rata-rata indeks produktivitas 5 ton per hektare, maka Papua berpotensi menghasilkan hingga 15.000 ton beras lokal per musim tanam.

Langkah strategis ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, sekaligus memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau, berkelanjutan, dan inklusif bagi seluruh masyarakat di Provinsi Papua.