Senin, 19 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

EMPAT KILOGRAM GANJA DIDUGA DISELUNDUPKAN KE SORONG, KURIR DIJANJIKAN UPAH RP5 JUTA

Bagikan berita:

JAYAPURA, tabloidnusantara. Jalur laut diduga menjadi pintu pengiriman ganja dari Papua Nugini menuju Sorong, Papua Barat Daya. Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Papua menangkap seorang pria berinisial NK yang diduga berperan sebagai kurir dengan membawa sekitar empat kilogram ganja yang hendak dikirim menggunakan KM Sinabung.

Penangkapan dilakukan personel Subdirektorat Penegakan Hukum (Subdit Gakkum) Ditpolair Polda Papua pada Sabtu malam (17/10/2026), saat NK hendak naik kapal di Pelabuhan Jayapura.

Direktur Polair Polda Papua Kombes Pol. Tri Setyadi mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi mengenai dugaan pengiriman ganja untuk diedarkan di Sorong.

“Dari laporan yang diterima, NK membawa sekitar empat kilogram ganja yang nantinya akan diedarkan di Sorong,” kata Tri Setyadi

Hasil pemeriksaan sementara mengindikasikan ganja tersebut diduga berasal dari Papua Nugini dan masuk ke wilayah Indonesia melalui jalur tidak resmi atau jalan tikus di kawasan perbatasan RI-PNG.

Fakta lain yang menjadi perhatian penyidik adalah dugaan imbalan sebesar Rp5 juta yang dijanjikan kepada NK apabila berhasil mengantarkan ganja tersebut hingga ke Sorong. Hal ini menjadi salah satu petunjuk untuk menelusuri pihak yang diduga mengendalikan pengiriman, pemasok, hingga jaringan peredaran narkotika tersebut.

“Pemeriksaan terhadap yang bersangkutan masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringannya,” ujar Tri Setyadi.

Penyidik kini mendalami asal-usul barang haram tersebut, jalur penyelundupan yang digunakan, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam pengiriman lintas wilayah itu. Namun, dugaan asal ganja dan jaringan di balik pengirimannya masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan jalur perbatasan dan pelabuhan untuk mencegah penyelundupan narkotika. Pengungkapan terhadap seorang terduga kurir diharapkan menjadi pintu masuk bagi aparat untuk membongkar jaringan yang lebih luas, bukan sekadar menghentikan pengiriman di tingkat pembawa barang.

Tri Setyadi mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui dugaan peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.

“Mari bersama-sama kita memberantas peredaran narkoba karena dapat merusak masa depan generasi muda di Papua,” katanya.