Sabtu, 17 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

KELELAHAN LEMBUR 2 HARI DEMI LAYANI ANTREAN BBM, PETUGAS SPBU DI DENPASAR TUMBANG

Bagikan berita:

DENPASAR, tabloidnusantara. Di kondisi antrean bahan bakar minyak (BBM) yang mengular dan kebijakan SPBU buka 24 jam, petugas SPBU harus bekerja ekstra hingga kelelahan. Salah satunya terjadi di SPBU 54.801.20 di Jalan Badak Agung, Denpasar.

Seorang pegawai perempuan berinisial KA, tumbang setelah lembur selama dua hari berturut-turut. Perempuan asal Karangasem yang tinggal di kawasan Panjer itu tiba-tiba lemas dan terduduk saat bertugas.

Ia kemudian segera dievakuasi ke mobil Palang Merah Indonesia (PMI) yang kebetulan tengah siaga di lokasi.

KA mengaku sudah delapan tahun bekerja di SPBU tersebut. Di tengah situasi darurat BBM saat ini, ia menjadi salah satu petugas yang harus bekerja ekstra.

Demi melayani masyarakat, ia bahkan harus meninggalkan anaknya yang masih berusia tujuh tahun di rumah.

Sejak Selasa (13/10), SPBU tempatnya bekerja mulai beroperasi 24 jam nonstop. KA mendapat giliran lembur dua hari secara bergantian dengan karyawan lain.

Dalam satu giliran, ia bekerja mulai pukul 14.00 hingga 03.00 WITA, pulang sejenak untuk istirahat dan makan, lalu kembali bertugas.

Beban kerja yang meningkat membuat kondisi fisiknya menurun drastis. Ia mulai merasakan tubuhnya tidak sehat sejak sekitar pukul 03.00 WITA.

“Badan terasa sakit semua,” ujar KA dengan suara serak saat menceritakan kondisinya, Jumat (17/10).

Meski sudah tidak fit, ia tetap berusaha melayani antrean kendaraan yang tak kunjung putus. Hingga akhirnya tubuhnya tak kuat lagi dan ambruk di area SPBU.

Kondisi KA menjadi gambaran beratnya beban kerja petugas SPBU di tengah krisis BBM. Antrean panjang berjam-jam tidak hanya menguras tenaga warga, tetapi juga menambah tekanan fisik bagi operator yang harus terus siaga.

Ironisnya, di SPBU tersebut mayoritas operator pengisian BBM adalah perempuan, sementara pekerja laki-laki hanya satu orang.