JAKARTA, tabloidnusantara. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Rocky Gerung menegaskan arah kerja Wantimpres di bawah Presiden Prabowo Subianto. Bukan sekadar memberi stempel, tugas dewan ini adalah bersikap kritis.
“Kalau mengkritik, dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya, beda tuh. Kritis terhadap kebijakan,” kata Rocky usai pelantikan Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Jumat.
Menurut Rocky, sikap kritis itu mutlak diperlukan. Setiap kebijakan pemerintah selalu memunculkan dua sisi persepsi di tengah masyarakat, ada yang menilai positif dan ada yang menilai negatif.
Di titik itulah Wantimpres bekerja untuk membedah persoalan secara lebih mendalam dengan mengandalkan kepekaan etis dan ketajaman analisis setiap anggotanya.
Ia menjelaskan alur kerja dewan yang akan menjadi bahan pertimbangan utama Presiden dalam mengambil keputusan. Rocky mengibaratkan prosesnya seperti penyusunan surat keputusan negara yang memiliki unsur mengingat, menimbang, memutuskan, dan menetapkan.
“Tugas dewan adalah mengingat dan menimbang dan memutuskan, penetapannya ada pada presiden. Jadi kita membuat pertimbangan, user-nya adalah Bapak Presiden,” ujarnya.
Rocky juga mengungkap pesan Presiden Prabowo yang menegaskan kedudukan Wantimpres bersifat etis, bukan teknis. Artinya, dewan tidak akan ditarik untuk mengurusi persoalan teknis harian pemerintahan. Anggota Wantimpres justru diminta mengambil jarak dari peristiwa konkret agar bisa melakukan kontemplasi dan evaluasi menyeluruh terhadap arah kebijakan negara.
Lebih jauh, ia menyebut peran Wantimpres dapat diibaratkan seperti oversight committee dalam sebuah perusahaan. Namun karena bekerja di ranah publik, dewan membutuhkan keahlian khusus dan ketajaman membaca denyut persoalan yang berkembang di masyarakat agar pertimbangan yang diberikan benar-benar relevan dan berakar pada kepentingan rakyat.
