JAKARTA, tabloidnusantara. Telepon pagi dari Istana mengubah hari pengusaha jalan tol Jusuf Hamka. Pria yang akrab disapa Babah Alun itu mengaku diminta langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk masuk ke dalam lingkar Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Cerita itu disampaikan Babah Alun saat ditemui wartawan di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Ia mengaku kaget ketika Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menghubunginya pagi buta.
“Jam 6.35 pagi ditelepon Pak Seskab. Saya kaget. Saya cuma bilang alhamdulillah, Pak, negara mempercayai saya,” kata Babah Alun.
Teddy pun menegaskan pesan tersebut. “Betul, Bapak Presiden minta,” ujar Babah Alun menirukan balasan Seskab dalam percakapan telepon Jumat pagi itu.
Bagi Babah Alun, permintaan itu bukan sesuatu yang perlu dipertimbangkan panjang. Pengabdian kepada negara menjadi alasan tunggalnya untuk mengiyakan.
“Kalau diminta negara, enggak boleh ditolak. Kita harus berbakti. Kita bangun negeri kita tercinta ini,” tegasnya.
Sejak pukul 14.30 WIB, suasana Istana memang menunjukkan gelagat pelantikan. Satu per satu tokoh dari berbagai latar belakang organisasi dan keahlian berdatangan.
Mereka kompak mengenakan jas lengkap dengan dasi biru muda, busana khas pejabat yang akan dilantik Presiden. Tak sedikit yang hadir didampingi keluarga, istri dan anak-anak.
Deretan nama yang akan dilantik hari ini menunjukkan komposisi Wantimpres yang beragam dan berisi figur-figur berpengalaman. Ada Pratikno mantan Menko PMK, Hatta Rajasa, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Soekarwo, pengusaha Chairul Tanjung, mantan Ketua MK Anwar Usman, hingga mantan Kepala BIN dan mantan Menko Polkam Budi Gunawan. Kehadiran mereka bersama Babah Alun menandai formasi baru Wantimpres yang disiapkan Presiden Prabowo untuk memperkuat pertimbangan strategis dalam kerja kepresidenan.
