JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Pemerintah semakin yakin dan optimis jumlah pasien sembuh Covid-19 di Indonesia semakin banyak. Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (29/6) sore.
Keyakinan pemerintah ini didasari dengan adanya data, bahwa 4 provinsi melaporkan jumlah pasien sembuh lebih besar daripada penambahan kasus positif seperti di Provinsi Papua yang melaporkan penambahan 3 kasus positif baru namun melaporkan 105 orang sembuh, Sumatera Selatan melaporkan 23 kasus positif baru namun melaporkan 66 orang sembuh, Maluku melaporkan 15 kasus positif baru namun melaporkan 27 orang sembuh.
“Bahkan Kepulauan
Riau melaporkan tidak ada penambahan kasus baru namun melaporkan 6 orang
sembuh,” jelas Yuri.
Optimisme
Keoptimisan
ini juga semakin kuat dengan adanya pengkajian yang dilakukan Gugus Tugas untuk
membandingkan prosentase rata-rata angka sembuh dunia yang berkisar 54,15
persen dengan rata-rata angka sembuh nasional yang berkisar 41,48 persen.
“Memang rata-rata
angka sembuh nasional kita masih dibawah rata-rata angka sembuh dunia, namun
dengan melihat rata-rata angka sembuh dunia, maka ada 18 provinsi yang
rata-rata angka sembuhnya diatas rata-rata angka sembuh dunia, bahkan ada 5
Provinsi yang rata-rata angka sembuhnya lebih dari 80 persen seperti Bangka
Belitung, Yogyakarta, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat dan Gorontalo,” jelas
Yuri.
Selanjutnya Yuri mengungkapkan bahwa dalam 24 jam terakhir, jumlah pasien sembuh bertambah 864 orang, sehingga jumlah total pasien sembuh menjadi 23.800 orang. Sedangkan penambahan kasus meninggal hari ini sebanyak 51 orang, sehingga jumlah total kasus meninggal menjadi 2.805 orang.
BACA JUGA: KASUS POSITIF COVID-19 MENINGKAT 1.198, JUMLAH PASIEN SEMBUH MENINGKAT SIGNIFIKAN 1.027
Menyikapi
prosentase rata-rata angka kematian nasional saat ini, Yuri menjelaskan bahwa
prosentase rata-rata angka kematian nasional 5,15 persen masih lebih tinggi
dari prosentase rata-rata angka kematian dunia 5,01 persen. “Walaupun
prosentase rata-rata angka kematian nasional lebih rendah dari Jepang yaitu
sebesar 5,30 persen, namun 23 provinsi memiliki prosentase lebih rendah dari
prosentase rata-rata angka kematian dunia,” terang Yuri.
“Ini yang
kemudian kita yakini bahwa optimisme kita kesembuhan pasien dengan covid-19 ini
semakin baik,” tegas Yuri melanjutkan.
Kasus Positif
Sebelumnya
Yuri juga memaparkan bahwa hari ini, Gugus Tugas telah melakukan uji
pemeriksaan spesimen menggunakan metode Polymerase
Chain Reaction (PCR) di 144 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 102
laboratorium dan laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 266 laboratorium sebanyak
11.783 spesimen dan total akumulasi yang telah diuji menjadi 782.383.
Dari
pemeriksaan keseluruhan, didapatkan penambahan kasus positif per hari ini
sebanyak 1.082 sehingga secara akumulasi menjadi positif 55.092 orang. Data tersebut diambil di 448 kota/kabupaten dari 34
provinsi di seluruh Tanah Air.
“Kalau
kita lihat distribusi sebarannya, maka Jawa Timur hari ini melaporkan 297 kasus
baru, namun juga melaporkan 171 kasus sembuh. Jawa Tengah 198, kasus baru,
dengan 43 sembuh. Sulawesi Selatan, 188 kasus, dengan 52 sembuh, DKI Jakarta,
melaporkan 125 kasus baru, dan 254 kasus sembuh. Kalimantan Tengah, 47 kasus
baru, dan 49 kasus sembuh,” jelas Yuri.
Selanjutnya, pemerintah juga masih melaksanakan pemantauan secara terus menerus terhadap Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 41.605 orang dan melaksanakan pengawasan secara ketat terhadap Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 13.335 orang.
Sumber Berita : https://covid19.go.id/