Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HEADLINE

KETAKUTAN, WARGA INTAN JAYA MENGUNGSI USAI PENEMBAKAN KKB TERHADAP WARGA SIPIL

PAPUA, “tabloidnusantara.com” – Ulah kekejaman kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), sekitar 600 orang dari Kampung Bilogai dan Kumpung lagupa Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya, pada selasa (09-02-2021), mereka mengungsi karena takut dan trauma atas kejadian tertembaknya warga sipil yang dilakukan oleh KKB, pada senin kemarin.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram


PAPUA, “tabloidnusantara.com” – Ulah kekejaman kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), sekitar 600 orang dari Kampung Bilogai dan Kumpung lagupa Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya, pada selasa (09-02-2021), mereka mengungsi karena takut dan trauma atas kejadian tertembaknya warga sipil yang dilakukan oleh KKB, pada senin kemarin.


Pada tanggal 09 Februari 2021 Pukul 14.00 WIT bertempat di Gereja Katolik Santo Misael Kampung Bilogai Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya Propinsi Papua telah di laksanakan Pemberian  sembako/Bamak terhadap  masyarakat OAP dari Suku Moni, yang sedang mengamankan diri terkait kejadian pada tanggal 08 Februari 2021 penembakan terhadap Sdr. Ramli (Pedagang Kios) yang di lakukan oleh KSB Intan Jaya.

BACA JUGA : KKB KEMBALI MENEMBAK WARGA SIPIL DI KABUPATEN INTAN JAYA

“Kegiatan pemberian bantuan sembako tersebut di selenggarakan oleh
aparat keamanan dari TNI-POLRI yang berada di Distrik Sugapa Kabupaten Intan
Jaya Propinsi Papua.

Pastor Yustinus Rahangiar selaku pimpinan perwakilan
gereja Katolik di Intan Jaya, mengatakan kurang lebih ada 600 warga yang menginap
di sejumlah ruangan dan asrama di kompleks pastoran.

Warga mengungsi pasca insiden penembakan terhadap
seorang pedagang di Sugapa bernama Ramli. “Dikutib
dari kompas
.

Yustinus menuturkan, pihak kepolisian dan TNI
setempat telah memberikan bantuan bahan makanan, seperti mi instan dan beras,
bagi warga yang berlindung di kompleks pastoran pada Selasa siang.

”Hingga saat ini mereka belum berani kembali ke rumahnya, ”Kami berharap ada perundingan  antara kelompok criminal bersenjata dan pihak keamanan untuk menghentikan kontak tembak, ”ungkap Yustinus.

BACA JUGA : TANGGAP DARURAT TNI BANTU KORBAN BANJIR KABUPATEN KEEROM

“Kasihan kami warga sipil yang tidak tau apa-apa, menjadi
korban,” ucap Yustinus.

Kami ucapkan terimakasih atas segala upaya bantuan
dari aparat TNI-Polri yang sudah memberikan kami bantuan sembako dan rasa aman
dari gangguan kelompok criminal bersenjata. “Pungkasnya.