Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

KAPOLDA PAPUA : JIKA TIDAK TAU MASALAH INTAN JAYA LEBIH BAIK DIAM

Jayapura,”Tabloidnusantara.com” – Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw menghimbau kepada seluruh pihak yang mengatasnamakan tokoh Papua atau tokoh intelektual untuk tidak berkomentar di media social soal serangkaian kasus penembakan dan pembunuhan di Intan Jaya.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

Jayapura,”Tabloidnusantara.com”
– Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw menghimbau kepada seluruh pihak
yang mengatasnamakan tokoh Papua atau tokoh intelektual untuk tidak berkomentar
di media social soal serangkaian kasus penembakan dan pembunuhan di Intan Jaya.

“Para tokoh yang mengaku para pemimpin, diam saja kalau tidak tau pokok persoalan. Jangan terus mengaburkan persoalan tersebut. Saya menghimbau kepada seluruh pihak kalau belum tau permasalahan yang sesungguhnya, jangan berkomentar. Seakan ini, seakan itu,”kata Waterpauw saat mengikuti FGD di Kodam XVII/Cenderawasih.

Baca Juga : DANDIM 1711/BVD BERANGKATKAN 59 PERSONIL SATGAS TMMD KE-109

Apa yang terjadi di Intan Jaya, khususnya terkait dengan meninggalnya pendeta Yeremias Zanambani di Kampung Hitadipa, pada Sabtu, 19 September 2020 hingga kini belum diketahui siapa pelaku penembakan tersebut.

Baca Juga : LANCARKAN TMMD KE-109, KODIM BOVEN DIGOEL SIAPKAN BAHAN MATERIAL SEJAK AWAL

 “Kami akan buktikan dulu dengan pengelolaan
TKP. Artinya, semua ini terjadi begitu cepat yaitu sekitar pukul 18.00 WIT,
sudah gelap. Kemudian tidak ada saksi yang melihat langsung. Ini yang sangat
menyulitkan,”ujarnya.

Dikatakan, Pihak
TNI dan Polri akan tetap fokus pada invesrtigasi tersebut.

“Tetapi yang
saya maksud, wilayah itu, sudah dikuasai oleh KKB. Jadi kalau dengan modus yang
kemarin, dimana mereka katakan bahwa serangan atau penembakan dilakukan oleh
TNI/Polri, saya membantahnya,”katanya.

Kenapa? Kata
Waterpauw, hingga kini belum ada laporan dari satuannya, malah kasus tersebut
sudah viral di media massa.

“Ini adalah pola-pola propaganda yang diinginkan oleh mereka (KKB). Kami tau bahwa ini ada keterkaitan dengan Sidang PBB. Kita tahu itu, Jadi para pihak yang ikut mendramatisasi hal tersebut, mau saya katakan bahwa jangan dulu,”

(Nat/Adm)