Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BENCANA ALAM

WAMEN PUPR TINJAU PROSES PEMULIHAN WAMENA

Jayapura, “tablodinusantara.com” – Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jhon Wempi Wetipo meninjau proses pemulihan Kota Wamena, pasca kerusuhan di Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada Jumat (7/02/2020).

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

Jayapura, “tablodinusantara.com”
– Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jhon Wempi
Wetipo meninjau proses pemulihan Kota Wamena, pasca kerusuhan di Kabupaten
Jayawijaya, Papua, pada Jumat (7/02/2020).

Wempi Wetipo yang didampingi
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Papua Dirjen Cipta Karya Kementerian
PUPR Cornelis Sagrim dan Kasatker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi
Papua (Jayawijaya), Togap Hariyanto Manik, melihar beberapa titik pembangunan
yang sebelumnya hangus terbakar saat kerusuhan terjadi pada 23 September 2019.

Lokasi yang dikunjungi adalah, Pasar Wouma, Jl. Pikhe dan STISIP Yapis.

BACA JUGA : GERAM ULAH KKB, DPR RI MINTA PEMERINTAH BASMI KKB PAPUA

Progres pembangunan ulang
bangunan-bangunan yang telah rusak dan dibakar, baru berjalan selama 2 minggu
dan dikerjakan oleh para pengusaha lokal,dirinya yang mendengar langsubg
laporan mengenai kendala dilapangan meminta semua pihak untuk saling membantu
agar proses pemukihan Wamena bisa berlangsung cepat.pungkas Wetipo

Salah satunya adalah masalah
penampungan puing-puing pasca kerusuhan yang hingga kini belum dapat
tertangani.

‘Tidak mungkin ada puing lalu
masukan bahan bangunan. Kita harapkan ini cepat selesai, tadi kita minta
bantuan teman-teman Gapensi untuk mencari lokasi guna menampung puing-puing
kendaraan dan bangunan,” pungkas Wetipo.

Untuk mengatasi masalah tersebut,
ia meminta Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk dapat membantu mencarikan
solusi agar proses pembangunan bisa dikerjakan.

“Saya berharap dukungan dari
Pemerintah Daerah, mari kita bersinergi karena kita mau pulihkan ekonomi secara
bersama-sama, supaya kita kembalikan Wamena seperti yang dulu,” kata
Wetipo.

Kemudian mengenai masalah
permodalab yang menjadi kendala para pengusaha lokal, Wetipo mengaku masih
mencarikan solusi terbaik untuk mereka.

Menurut dia, mereka telah dimudahkan untuk mendapat bahan bangunan. Hanya saja ia menilai ada hal lain yang memerlukan biaya sehingga para pengusaha lokal kesulitan untuk memulai pekerjaan.

Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jhon Wempi Wetipo bersama tim cek perkembangan pemulihan kota wamena.

“Pembangunan 403 Ruko ini
kan dibagi dalam 4 kontrak besar, nah kita sudah sampaikan 4 kontrak besar ini
memfasilitasi pengusaha lokal untuk mendapat bahan bangunan. Bahannya itu
disiapkan oleh beberapa pihak tanpa mereka bayar dulu bisa ambil, nanti setelah
dananya cair baru mereka bayar bahan bangunannya. Mungkin yang mereka keluhkan
adalah terkait dengan bahan lokal seperti pasir, batu, mungkin begitu,”
tutur Wetipo.

Sedangkan untuk proses
pembangunan, Wetipo menyebut dari 403 Ruko yang akan dibangun ulang, sudah 10
unit yang selesai dibangun.

Pola pembayaran yang diterapkan
untuk pembangunan Ruko dilakukan secara bertahao setiap 10 Ruko selesai
dibangun.

“10 Ruko selesai lalu bayar,
kemudian 10 Ruko lagi selesai lalu bayar lagi, supaya tidak bertumpuk dan
mengurangi beban teman-teman,” kata dia.

Sementara untuk rumah, dari 190
unit yang akan dibangun ulang, hingga kini sudah 20 rumah yang selesai
dibangun. Pengerjaan tersebut dilakukan oleh TNI.

“Sudah 20 rumah yang jadi dari total 190 yang akan dibangun, mudah-mudahan dalam kurun waktu 10 bulan penugasan ini bisa tuntas 100 persen,” kata Wetipo.

BACA JUGA : HUT KE-56, KOREM 172/PWY GELAR BAKSOS DI KAB. JAYAWIJAYA

Kerusuhan di Wamena terjadi pada
23 September 2019. Dalam kejadian tersebut massa yang terprovokasi isu rasisme
melakukan pengrusakan dan pembakaran terhadap bangunan, serta kendaraan
bermotor.

Korban jiwa atas kerusuhan
tersebut mencapai 32 jiwa, dan puluhan orang luka-luka.(LM)