Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

DANREM 172/PWY GELAR KOMSOS DENGAN TOKOH AGAMA DI JAYAPURA

PAPUA, “tabloidnusantara.com – Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan menggelar pertemuan atau komunikasi sosial (komsos) dengan sejumlah tokoh agama dari berbagai denominasi gereja yang ada di Kota dan Kabupaten Jayapura, Papua, Senin(22/06/2020)

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

PAPUA, “tabloidnusantara.com – Komandan Korem 172/PWY
Brigjen TNI Izak Pangemanan menggelar pertemuan atau komunikasi sosial (komsos)
dengan sejumlah tokoh agama dari berbagai denominasi gereja yang ada di Kota
dan Kabupaten Jayapura, Papua, Senin(22/06/2020)

Komsos tersebut dihadiri oleh para tokoh agama di antaranya, mantan Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Pdt. Herman Saud, Ketua Persekutuan Gereja-gereja Papua (PGGP) Pdt. MPA Mauri, Ketua API Provinsi Papua Pdt. Jimmy Koirewoa, dan Pdt. Jhon Baransano.

BACA JUGA : DANDIM PUNCAK JAYA GELAR ACARA PENERIMAAN SENPI DAN IKRAR MANTAN KSB

“Jadi, hari ini saya melakukan silaturahmi dengan
para tokoh agama khususnya gereja di sini (Jayapura), ingin mendengarkan saran
dan masukan soal penyelesaian konflik di Papua ini yang sudah sekian lama belum
ada penyelesaian secara tuntas masih terus naik turun eskalasinya,” katanya.

Menurut dia, Komsos ataupun pertemuan itu sangat perlu
dilakukan degan para pemangku kepentingan di antaranya dengan para tokoh agama
di Papua salah satunya di Kota dan Kabupaten Jayapura.

“Persoalan di Papua, Korem 172/PWY tidak akan
bisa bergerak sendiri untuk mencari solusi, perlu ada komponen-komponen yang
lain diantaranya adalah tokoh gereja di mana jemaat-jemaat gereja ada di
seluruh Papua, sehingga peran gereja akan sangat penting untuk mengambil bagian
dalam penyelesaian konflik di Papua,” katanya.

Mantan Danrindam XVII/Cenderawasih itu mengungkapkan
dalam Komsos tersebut, hampir semua para perwakilan tokoh gereja berbicara dan
menyampaikan persoalan yang terjadi di Papua, termasuk memberikan saran ataupun
solusi untuk bagaimana bisa bertindak guna menyelesaikan masalah yang telah
lama terjadi.

“Hampir semua perwakilan gereja yang hadir dan
menyampaikan saran dan harapan, tentang bagaimana menghentikan  pertumpahan darah di Papua dan menyelesaikan
konflik yang terjadi. Tentunya dengan pendekatan-pendekatan yang tepat, salah
satunya adalah pendekatan agama,” katanya.

Apalagi di Papua, lanjut dia, mayoritas penduduknya
memeluk agama Kristen sehingga pendekatan keagamaan adalah salah satu solusi
untuk menyelesaikan masalah yang sudah terjadi, dengan harapan berbagai
pertemuan, diskusi bisa melahirkan sejumlah komitmen untuk menuju Papua yang
aman dan damai.

“Saya dari sisi Korem 172/PWY, bagaimana pendekatan agama ini dipahami oleh seluruh pasukan yang ada di bawah jajaran Korem yaitu bahwa masyarakat di sini adalah mayoritas nasrani sehingga pendekatan dengan pemahaman Alkitab itu sangat penting untuk diperkenalkan kepada prajurit agar tidak terjadi kesalahan dalam melaksanakan tugas di kemudian hari”, katanya.

BACA JUGA : “NENEK SUMIYATI, NAIK KRI BANDA ACEH IKUT BERSAMA SATGAS PAMTAS YONIF MR 411/PDW KOSTRAD YANG AKAN KEMBALI KE KAMPUNG HALAMAN”

Pendekatan berikut adalah dengan pihak gereja karena
gereja lah yang memiliki umat dan diyakini bisa menyambungkan lidah dalam
menyelesaikan persoalan atau konflik yang terjadi.

“Saya mengutip salah satu ayat didalam Alkitab
yakni cari dahulu kerajaan surga maka semuanya itu akan kutambahkan kepadamu.  Artinya kalau kita bisa menerapkan hal itu
kepada para prajurit maka dalam bertugas pasti akan diterima oleh masyarakat,
semoga dengan pendekatan keagamaan, gereja dan menerapkan isi firman Tuhan bisa
menyelesaikan persoalan disini,” harapnya.