Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

CIPTAKAN STABILITAS KEAMANAN, TNI BANGUN POS KAMLING DI UJUNG BATAS RI-PNG

JAYAPURA, “tabloidnusantara.com” – Dalam upaya menciptakan stabilitas keamanan di wilayah Perbatasan, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Kotis bersama masyarakat membangun Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) di Kampung Launching Skouw, Distrik Muara Tami Kota Jayapura.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

JAYAPURA, “tabloidnusantara.com”
– Dalam upaya menciptakan stabilitas keamanan di wilayah
Perbatasan, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Kotis
bersama masyarakat membangun Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) di Kampung
Launching Skouw, Distrik Muara Tami Kota Jayapura.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H., M.Han dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura. Minggu (24/01).

BACA JUGA : WUJUDKAN PAPUA YANG AMAN DAN DAMAI, PANGDAM CENDERAWASIH KUNJUNGI PARA TOKOH AGAMA

“Kampung Launching Skouw merupakan
Kampung yang berbatasan langsung dengan Negara Papua New Guinea yang lokasinya
berdekatan dengan Pos Lintas Batas Negara Skouw. Dengan demikian di Kampung ini
perlu dibangun Pos Kamling guna menjamin stabilitas keamanan untuk menghindari
kegiatan ilegal yang dilakukan baik WNI maupun warga PNG yang tidak resmi
berada disini.” Jelas Dansatgas.

Selaku Komandan Pos Kotis, Lettu Inf Yahmin juga mengungkapkan akan pentingnya pembangunan Pos Kamling di wilayah tersebut. “Berkaitan dengan belum dibuka nya gerbang batas negara yang disebabkan Pandemi Covid-19 ini, banyak kita dapati pelintas batas ilegal sehingga dengan adanya Pos Kamling ini diharapkan dapat meminimalisir bahkan menghapuskan kegiatan ilegal di seputaran wilayah perbatasan RI-PNG ini.” Ungkap Yahmin.

BACA JUGA : TNI BERSAMA, POLSEK DAN WARGA BERGOTONG ROYONG PERBAIKI JALAN YANG TERPUTUS

Hal senada juga disampaikan oleh tokoh
masyarakat Kampung Launching Bapak Bernard (62). Ia berharap Pos Kamling ini
dapat beroperasi sebagaimana mestinya dan juga didukung oleh perangkat lain
yang berada di wilayah perbatasan RI-PNG. “Semoga Pos ini berfungsi
sebagai pengganti sementara dari Pos Lintas Batas Negara, jadi jika kedapatan
ada orang PNG yang masuk di Kampung ini tanpa surat kita harus tegas
mengembalikan mereka ke Negaranya. Saya juga berharap berbagai instansi yang
berada di Perbatasan ini turut membantu dalam operasional seperti Pos Satgas,
Pos Polisi, Pos Imigrasi dan Instansi lainnya.” Harap Bernard.