PAPUA, “tabloidnusantara.com” – Salah satu tujuan nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana yang tertuang di dalam Undang-Undang Dasar 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mewujudkan cita-cita dimaksud tentunya tidak bisa lepas dari kualitas dan mutu pendidikan.
Pendidikan merupakan salah satu hak asasi manusia yang harus bisa dinikmati oleh setiap warga negara Indonesia, tanpa kecuali. Atas pandangan dan keinginan yang sama untuk mencapai tujuan tersebut, empat orang personel Satgas Yonif 125/Si’mbisa dari Pos Yanggandur dipimpin Serda Jeremy Sinaga turut mendampingi Guru pada saat pendaftaran siswa baru di SMPN Yanggandur Distrik Sota, Kabupaten Merauke, pada Jum’at (03/7/2020).
BACA JUGA : SATGAS TMMD 108 KODIM 1709/YAWA BERSAMA WARGA NATABUI TUNJUKKAN SEMANGAT DAN KEKOMPAKAN
Dansatgas
Pamtas RI-PNG Yonif 125/Si’mbisa Letkol Inf Anjuanda Pardosi mengungkapkan,
kehadiran Satgas Yonif 125/Si’mbisa tidak hanya semata-mata mengamankan wilayah
perbatasan. Kita juga harus peduli dan ikut berkontribusi di berbagai sektor
termasuk bidang pendidikan. Meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan serta
mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tanggung jawab kita bersama.
Lanjutnya,
untuk mewujudkan dunia pendidikan yang berkualitas, peran aktif Satgas termasuk
mendampingi guru pada saat proses pendaftaran siswa baru diharapkan dapat
memberikan motivasi dan semangat belajar bagi anak-anak di wilayah perbatasan.
Dansatgas menambahkan, dengan memiliki bekal pendidikan yang baik, tentu akan meningkatkan rasa percaya diri mereka untuk meraih cita-cita setingi-tingginya, tandasnya.
BACA JUGA : WUJUDKAN KETAHANAN PANGAN, TNI AJARKAN WARGA BUDIDAYA IKAN LELE
“Mereka
adalah generasi penerus bangsa, kemajuan bangsa ini kedepan ada di tangan
anak-anak kita”, tandasnya.
Sementara
itu, sdr. Theresia Ganesha Maturbongs, S.Pd (36) selaku wakil Kepala Sekolah
SMPN Yanggandur mengucapkan terima kasih kepada Satgas 125/Si’mbisa atas
kepedulian dan partisipasinya. Saya berharap bapak-bapak TNI bisa membantu kami
mengajar di sekolah ini apabila kegiatan belajar mengajar sudah berjalan normal
nantinya, tutur Theresia.