Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BENCANA ALAM

537 ORANG PENGUNSING TAMBANG EMAS ILEGAL YAHOKIMO BERHASIL DIEVAKUASI

Papua, “tabloidnusantara.com” – Terkait kejadian tragis yang menimpa penambang emas ilegal, di kabupaten Yahokima, sekitar lima orang, diduga tewas akibat diserang warga lokal di Kampung Minim, Kabupaten Yahokimo.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

Papua,
“tabloidnusantara.com” – Terkait kejadian tragis yang menimpa penambang emas
ilegal, di kabupaten Yahokima, sekitar
lima orang, diduga tewas akibat diserang warga lokal di Kampung Minim, Kabupaten Yahokimo.

Hingga saat ini tim pencarian korban pembantaian pendulang emas di Camp Kelapa 7, wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua di bawah pimpin Kapolres Asmat AKBP Andi Yoseph Enoch berhasil menemukan empat jasad sudah hangus terbakar dan hanya menyisahkan tulang belulang, diduga korban pembantaian.

Polisi menemukan jasad di lokasi pendulangan dalam tumpukan bekas pembakaran. Kondisinya sudah hangus terbakar

Kabid Humas Polda Papua
Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal membenarkan, adanya penemuan jasad yang sudah terbakar,  di
Camp Kelapa 7, wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua.

Dimana hingga saat ini proses
evakusi terus dilakukan, dari hari jumat hingga sabtu, (7/9/2019), kurang lebih
537 orang yang terbagi dua gelombang berhasil di evakuasi, 417 orang tiba pada hari Kamis (5/9/2019) dan 120
orang tiba pada hari Jumat (6/9/2019) secara bertahap dari pukul 00.15 WIT hingga pukul 15.00
WIT, menuju ke posko kemanusian yang terpusat Kabupaten Boven Digoel. “Ujarnya. 

Dari 537 orang penambang
yang berada di posko pengungsian, sebanyak 473 orang pengungsi telah diserahkan
kepada pihak keluarga atau ketua kerukunan/paguyuban. “Sisanya yakni
64 orang masih berada di Posko pengungsian dan 9 orang masih dalam perawatan medis
di RSUD Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digoel,”Ujarnya. 

Pada Jumat pagi, Kapolres
Boven Digoel bersama Dandim melibatkan 4 personel gabungan menggunakan
helikopter menuju ke Kawi, Kabupaten Pegunungan Bintang, tempat berkumpulnya
para korban selamat.

Mereka membawa bahan makanan untuk diberikan
kepada para korban. Diperkirakan para korban yang masih belum dievakuasi di
sana sebanyak kurang lebih 700 orang. 

“Saat ini tim gabungan telah mengirimkan
10 longboat untuk melakukan evakuasi para korban dari daerah Kawi, dimana jarak
dari Kabupaten Boven Digoel ke daerah Kawi  ditempuh selama 1 hari
lebih,” katanya. 

Kombes Kamal mengatakan, insiden pembantaian
terjadi pada Minggu (1/9). Para pendulang yang berada di lokasi pendulangan di
Kabupaten Yahukimo diserang oleh sekelompok masyarakat yang diperkirakan
berjumlah 100 orang.

Sekelompok masyarakar tersebut mempersenjatai
diri dengan busur panah, tombak dan parang. Mereka menyerang masyarakat
pendatang asal berbagai daerah yang melakukan pendulangan di wilayah itu. 

“Akses untuk keluar dari lokasi dulang
melewati darat ke Kabupaten Boven Digoel dan akses sungai menuju Kampung Mabul,
Distrik Korowai Buluanok, Kabupaten Asmat,” sebut Kamal. 

Hingga saat ini pihak
berwenang belum mengeluarkan berapa jumlah korban tewas, setelah informasi awal disebutkan lima orang.