Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

512 ORANG SANTRI KERACUNAN MBG, KEPALA SPPG KALITENGAH MINTA MAAF DAN MENYESAL

SIDOARJO, tabloidnusantara. Buntut dari terjadinya keracunan massal sebanyak 512 orang pada pesantren, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Rafli Ridho meminta maaf atas insiden dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebelumnya, ratusan santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, diduga mengalami keracunan MBG pada Selasa (1/9).

Tidak hanya santri dan santriwati, sejumlah pelajar dari 19 sekolah lain diduga juga mengalami keluhan yang sama usai menyantap menu MBG.

Menu MBG itu terdiri dari nasi putih, telur orak arik, tempe bumbu bali, tumis buncit baby corn dan apel dari SPPG Kalitengah, Tanggulangin.

“Mohon maaf ya, saya menyesal,” kata Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho kepada awak media, Rabu (2/9).

Rafli mengatakan, pihaknya mengolah menu MBG sejak pukul 05.30 WIB. Kemudian, disalurkan ke penerima pukul 11.00 WIB. Makanan tersebut hanya tahan hingga 4 jam.

Sebelum dikonsumsi oleh penerima MBG, makanan akan diuji penilaian terlebih dahulu oleh PIC pihak sekolah untuk menentukan kualitas produk.

“Di situ kan ada organoleptik (penguji atau penilai suatu produk). Jadi setiap ke sekolahan itu ada uji yang nantinya itu dicicipi oleh PIC pihak sekolah. Nah, setelah saya tanya, katanya aman, enggak ada masalah dimakanan itu. Tapi kenapa kok keracunan lah itu yang saya tidak tahu,” ungkapnya

Selain santri dan santriwati Ponpes Manba’ul Hikam, pihaknya juga menerima laporan keracunan dari siswa SDN Kalitengah 1 dan 2. Dari 19 lembaga pendidikan yang terdampak, total sudah 566 pelajar diduga keracunan MBG, 88 di antaranya masih dirawat di rumah sakit.