Jakarta – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri telah
mengantongi peta daerah penyebaran jaringan teroris di Indonesia. Utamanya,
teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang sebelumnya ditangkap di tiga
daerah Indonesia.
Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo
mengatakan, jaringan teroris di Indonesia sudah menyebar dan cukup masif.
Mereka tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur,
Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi.
“(jaringan teroris tersebut) Ada di Jawa, Sumatera,
Kalbar, Kaltim, NTB, dan Sulawesi,” Kata Dedi , Selasa (7/5/2019).
Jaringan teroris tersebut disinyalir cukup masif di beberapa
daerah Indonesia dengan menyebarkan paham-pahamnya. Namun demikian, Dedi belum
dapat memastikan jumlah jaringan teroris tersebut.
“Itu belum bisa disampaikan (jumlahnya). Intinya,
kelompok (JAD) selalu mencari peluang dan kesempatan,” ungkapnya.
Diketahui sebelumnya, tim Densus 88 menangkap delapan terduga
teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) asal Lampung. Delapan terduga
teroris tersebut ditangkap di Bitung, Tegal, dan Bekasi dalam kurun waktu tiga
hari.
Salah satu sasaran utama kelompok JAD dalam melakukan aksi
terornya yakni Polisi. Terduga teroris berencana membunuh polisi saat Pemilu.
Para kelompok teroris tersebut sengaja memilih momentum ketika adanya unjuk
rasa untuk melakukan aksi bom bunuh diri. Hal itu dilakukan untuk membuat gaduh
Indonesia khususnya Jakarta.