Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BENCANA ALAM

BANYAK PEREMPUAN HEBAT TANPA SUARA TAPI PENUH KARYA

SURABAYA – Peringatan Hari Kartini yang jatuh pada hari ini, Minggu (21/4/2019), menjadi momen refleksi tentang peran dan kekuatan perempuan di Indonesia.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Peringatan Hari Kartini, Menjadi Momen Refleksi Tentang Peran Dan Kekuatan Perempuan Di Indonesia

SURABAYA – Peringatan Hari Kartini
yang jatuh pada hari ini, Minggu (21/4/2019), menjadi momen refleksi tentang
peran dan kekuatan perempuan di Indonesia.

Bagi Gubernur Jawa Timur Khofifah
Indar Parawansa, nilai-nilai Kartini masa kini terus digeliatkan para perempuan
dari seluruh lapisan elemen dalam status sosial ekonomi level apapun. 

Bahkan, menurut gubernur perempuan
pertama di Jawa Timur ini, para ibu-ibu yang berjualan sayur di pasar,
berjualan gorengan, para pejuang ekonomi keluarga, adalah sosok Kartini riil
yang ada di sekitar kita saat ini. 

Mereka yang tak kenal lelah setiap
hari berjuang untuk bisa menghidupi keluarga, menjaga agar api di dapur terus
mengepul dan menyisihkan penghasilannya guna memberikan pendidikan untuk para
anak-anaknya adalah sosok nyata Kartini masa kini.

“Para perempuan, ibu-ibu yang
tengah malam berjualan sayur di berjualan gorengan, berjualan ikan di pasar
tradisional, yang sehabis subuh mereka sudah kembali ke rumah dengan memperoleh
keuntungan dari hasil berdagang, mereka memiliki kontribusi yang sangat besar
ketika mereka menyisihkan keuntungan yang sedikit itu untuk biaya pendidikan
anak-anaknya, mereka itu lah perempuan hebat tanpa suara yang sebenarnya penuh
karya,” kata Khofifah mengungkapkan tentang makna Hari Kartini, Minggu
(21/4/2019).

Mereka, Khofifah melanjutkan, adalah
perempuan-perempuan yang memiliki kontribusi besar dalam pemberdayaan
masyarakat bangsa dan negara.

Para ibu-ibu itu juga adalah
pahlawan seperti Kartini yang juga berjuang untuk meningkatkan kualitas sumber
daya manusia Indonesia yang dimulai dari keluarga kecil yang mereka
miliki. 

“Terlebih saat ini sudah banyak
perempuan yang masuk sektor ekonomi digital. Mereka bisa aktif berjualan namun
cukup melalui gadget jadi tidak harus keluar rumah, sehingga fungsi ekonomi dan
ketahanan keluarga bisa berjalan bersamaan,” katanya.

Menurut wanita yang juga Ketua Umum
PP Muslimat NU ini, para perempuan Kartini masa kini itu harus menjadi satu
kesatuan yang sama-sama berjuang untuk membangun kualitas sumber daya manusia
dan ekonomi bangsa. 

Bukan hanya para ibu-ibu dan
perempuan yang ada di kawasan perkotaan saja, melainkan juga termasuk mereka
para ibu-ibu dan perempuan di daerah pedalaman, di kepulauan terpencil, bahkan
yang ada jauh di daerah perbatasan, menurut Khofifah semua harus bergandengan
tangan dan terjalin koneksitas dengan sektor-sektor stratagis. 

“Mereka harus berjejaring
dengan yang ada di kota, dengan sektor perbankan, sektor legislatif,
sektor  eksekutif, semua jejaring itulah yang akan meneguhkan ketahanan,
kekuatan masyarakat bangsa dan negara Indonesia,” imbuh Khofifah, 

Lebih lanjut, keteladanan sosok
Kartini masa kini menurut Khofifah bisa diwujudkan dalam banyak hal. Terutama
dengan meneladani sikap keteguhan, ketegaran, dan juga keberanian dari sosok
Raden Adjeng Kartini. 

“Selamat Hari Kartini. Kartini
hari ini adalah Kartini yang punya keteguhan dan ketegaran menghadapi berbagai
dinamika kehidupan dimana pun mereka berada dan dalam status sosial ekonomi
selevel apapun. Dan dari level manapun itu, mereka akan tetap memberikan
kontribusi terhadap peneguhan masyarakat bangsa dan negara kita serta terus
membangun ketahanan masyarakat bangsa dan negara Indonesia,” pungkas
Khofifah.