PAPUA, “tabloidnusantara.com” – Dandim
1702/Jayawijaya, Letkol Inf Candra Dianto, SH memastikan TNI yang berada di
Wamena akan bersinergi dengan pihak kepolisian Polres Jayawijaya untuk mencegah
dampak baru dari konflik antar warga Pelebaga dan Hubikosi yang terjadi di
Wamena.
Dimana anggota Kodim 1702/Jayawijaya, Batalyon 756/WMS juga telah melakukan pengamanan bersama anggota Polres Jayawijaya, Brimob, di lokasi bentrokan, baik terhadap warga yang bertikai maupun pengamanan anggota yang bertugas.
BACA JUGA : BUPATI YAHUKIMO RESMIKAN KORAMIL DEKAI, BERHARAP DAPAT BERMANFAAT BAGI MASYARAKAT
“Walaupun proses perdamaian
telah berlangsung, kami bersama Polres tetap akan melakukan pengawalan kasus
konflik sosial perang suku ini hingga tuntas, sedangkan untuk para pelaku yang
menjadi dalang hingga timbulnya peristiwa yang menyebabkan adanya korban jiwa
ini, nanti pihak Polres Jayawijaya yang akan melakukan proses hukum lebih lanjut
kepada para pelaku,” tegas Dandim saat ditemui dilokasi tempat terjadinya
bentrokan, pada Kamis (20/08/2020)
Selanjutnya Dandim menambahkan
bahwa Anggota TNI bersama kepolisian akan menjalankan proses tersebut secara
persuasif sehingga tidak menimbulkan dampak baru.
“Walaupun sampai saat ini kondisi masih aman dan kondusif tetapi kami tetap siap siaga guna mengantisipasi apabila ada yang hal-hal tidak diinginkan,” ujarnya.
Sementara itu, Saat bentrokan
warga yang terjadi di Distrik Hubikosi ini menyebabkan empat orang warga dari
kampung Meagama Distrik Hubikosi mengalami luka-luka.
Bentrok antar warga Kampung
Meagama Distrik Hubikosi dengan warga Kampung Usiwuka Distrik Pelebaga ini
berawal dari pembunuhan Ismail Elopere Kepala Kampung Meagama Distrik Hubikosi
dan pembunuhan balasan terhadap Yairus Elopere warga dari Distrik Pelebaga yang
terjadi dihari yang sama pada Selasa (18/08/20) kemarin.