Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
PENEGAK HUKUM

WIRANTO ANCAM TINDAK TEGAS KKB YANG MAU BOIKOT PILPRES DI PAPUA

Jakarta – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto angkat bicara terkait isu seruan boikot Pilpres 2019 di Papua. Seruan boikot ini diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua pimpinan Egianus Kogoya.

Pemerintah Akan tindak Tegas Terkait Pemboikotan Pemilu Yang Di Suarakan KKB Pimpinan Egianus Kogoya

Jakarta – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto angkat bicara terkait isu seruan boikot Pilpres 2019 di Papua. Seruan boikot ini diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua pimpinan Egianus Kogoya.

Wiranto memastikan pemerintah akan menindak
upaya apapun yang akan menghalangi tahapan Pemiu 2019.

“Tinggal dicatat siapa yang bicara, kelompok
mana yang bicara, langkah aksinya bagaimana, itu nanti kan ada hukumnya,” kata
Wiranto di gedung Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis 4 April 2019.

Mantan Panglima ABRI ini menambahkan semua
tindakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk melawan boikot sesuai dengan UU.
Selain itu, juga sudah sesuai dengan perundang-undangan bahwa proses demokrasi
harus tetap berjalan.

“Ini kan demokrasi. Demokrasi itu sesuai
konstitusi, rakyat diberikan hak untuk memilih. Ada undang-undangnya,”
ujarnya.

Dia meminta agar masyarakat menyerahkan
sepenuhnya kepada aparat bila ancaman agar tak memilih di Pemilu 2019.

“Tatkala ada kelompok masyarakat atau
perorangan atau siapapun yang mencoba melarang, mengganggu, mengancam
masyarakat untuk tak memilih tentu ada hukumnya, ada undang-undangnya. Serahkan
saja pada hukum, enggak usah kita ributkan,” tuturnya.

Kemudian, Wiranto menegaskan hari pemungutan suara
Pemilu 2019 pada Rabu, 17 April akan berjalan dengan baik.

“Karena ini negara demokrasi di mana sesuai
konstitusi rakyat mendapat kesempatan untuk memilih pemimpinnya. Enggak boleh
dirintangi. Itu hak rakyat,” ujarnya.

Sebelumnya, beredar video pernyataan pimpinan
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, Egianus Kogoya. Dia mengancam akan
memboikot proses pelaksanaan Pilpres 2019 yang merupakan salah satu rangkaian
pelaksanaan Pemilu 2019.