TAPANULI TENGAH, tabloidnusantara. Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau langsung progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (5/9).
Peninjauan ini menjadi bagian dari pemantauan pemerintah pusat untuk memastikan pemulihan fasilitas pendidikan di wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025 berjalan sesuai target.
Titik pertama yang dikunjungi adalah SMA Negeri 1 Barus. Setibanya di lokasi, Gibran bersama rombongan menerima pemaparan dari Kepala Sekolah Fahman Pardosi melalui layar smartboard. Laporan itu berisi capaian perbaikan gedung sekolah dan rencana pengadaan fasilitas belajar mengajar.
Usai mendengar laporan, Wapres dan Gubernur kemudian masuk ke ruang kelas satu per satu. Kondisi bangunan kini sudah jauh lebih baik dibandingkan saat pascabencana. Pemerintah menegaskan proses belajar mengajar harus kembali berjalan aman dan tidak terganggu.
“Satu hal penting dalam pemulihan pascabencana, adalah anak-anak bisa kembali belajar dengan aman, nyaman, dan tetap semangat mengejar cita-cita,” tegas Gibran di hadapan guru dan siswa.
Gubernur Bobby Nasution meminta jajarannya di Pemprov Sumut segera menuntaskan bagian pembangunan yang menjadi tanggung jawab provinsi. Ia menekankan pentingnya koordinasi agar tidak ada pekerjaan yang tertunda, terutama di sekolah-sekolah yang terdampak parah.
“Mana yang menjadi tugas kita di provinsi juga perlu disegerakan, termasuk koordinasi bila ada yang memang perlu dibenahi di sekolah ini. Apalagi ini wilayah yang terdampak bencana di akhir tahun lalu,” ujar Bobby.
Bobby menyebut Tapanuli Tengah termasuk daerah dengan kerusakan paling besar akibat bencana hidrometeorologi akhir November 2025. Bencana itu melanda sedikitnya 18 kabupaten/kota di Sumatera Utara dan merusak banyak infrastruktur pendidikan.
Ia mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang terus bekerja di lapangan. Menurutnya, Pemprov Sumut sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan pemulihan berjalan cepat.
“Kami mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang hingga kini masih terus bekerja di semua daerah terdampak bencana. Tentu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebagai perwakilan pemerintah pusat punya tanggung jawab,” tegas Bobby.
Pemerintah menargetkan seluruh sekolah terdampak di Tapteng dapat pulih sepenuhnya dalam waktu dekat agar kegiatan belajar siswa tidak lagi terganggu oleh sisa-sisa kerusakan pascabencana.
