BANDUNG, tabloidnusantara. TNI dan polri menggelar ilah tempat kejadian ledakan dan menyelidiki asal muasal warga mendapatkan amunisi berjenis mortir (granat) yang meledak dan memakan 3 korban jiwa di Kampung Ciparang, RT 04 RW 07, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat pada Rabu (8/7).
Ketiga korban yakni Ade ,21, Suhri ,40, dan Rodiana ,40. Seluruh korban dimakamkan pada Kamis (9/7) pagi. Dua korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara Rodiana mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Kepala Departemen Teknis Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif), Letkol Inf. Sunarya mengatakan, barang bukti berupa mortir yang meledak telah dibawa Tim Gegana untuk menjalani uji laboratorium.
“Saat ini kami menunggu hasil uji laboratorium dari Gegana, apakah itu granat dari kami (Pusdikif) atau dari mana,” kata Sunarya.
la belum dapat memastikan jenis maupun asal mortir tersebut. Menurutnya, kawasan latihan di wilayah itu tidak hanya digunakan oleh Pusdikif, tetapi juga oleh satuan lainnya.
“Yang di sini latihan kan bukan cuma Pusdikif, ada juga Pusdikkav. Makanya kita tunggu dulu saja kepastian jenis dan kepemilikan granatnya (mortir),” ujarnya.
Sunarya menjelaskan, setiap pelaksanaan latihan militer selalu diawali dengan pemberitahuan kepada masyarakat, termasuk melalui sirene yang dibunyikan sejak pukul 06.00 WIB. Selain itu, prosedur penggunaan granat maupun mortir dilakukan sesuai standar militer.
“Dari hasil prosedur-prosedur yang ada di militer, apabila granat itu tidak meledak maka dihentikan kegiatan. Dicarikan granat itu, kemudian dilaksanakan disposal (peledakan),” bebernya.
Sementara itu, lokasi ledakan masih dipasangi garis polisi karena proses penyelidikan oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri masih berlangsung.
Kapolsek Cipatat, Kompol D.M.S. Andriani Sapin memastikan, ketiga korban meninggal dunia akibat ledakan. Hal itu diperkuat berdasarkan hasil pemeriksaan medis. Namun, polisi masih menunggu hasil penyelidikan untuk memastikan jenis benda yang meledak.
Andriani mengungkapkan, berdasarkan keterangan Ketua RT dan pihak keluarga, para korban diketahui kerap memungut amunisi bekas di sekitar lokasi latihan militer yang berada tak jauh dari permukiman warga.
“Informasi dari Pak RT serta dari keluarga, korban memang suka mulung. Memang kena ledakan dan menurut informasi kedokteran ada hentakan,” kata Andriani.
