Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

TNI BURU OPM KODAP III NDUGAMA PEMBUNUH SOPIR TRAVEL DI DANAU HABEMA PAPUA PEGUNUNGAN

JAKARTA, tabloidnusantara. Tentara Nasional Indonesia memastikan pengejaran terhadap kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka yang membunuh sopir travel Aris Sanda di kawasan Danau Habema, Papua Pegunungan, terus dilakukan.

Penegasan itu disampaikan Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas saat ditemui di sela pembukaan TNI Fair di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (20/9).

Ia menyebut penguatan pengamanan dan pengejaran pelaku berjalan beriringan untuk menjamin rasa aman masyarakat.

“Kita terus melakukan pengamanan masyarakat, maupun pengejaran terhadap pelaku,” ujar Nas.

Menurutnya, komitmen TNI tidak hanya menjaga keamanan warga, tetapi juga memastikan keutuhan wilayah tetap terjaga dari gerakan separatis yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“TNI selalu komit melaksanakan tugas pertahanan negara, komit mengamankan setiap jengkal tanah kita. Jangan sampai ada yang ingin keluar dari NKRI,” katanya dengan tegas.

Peristiwa pembunuhan itu sebelumnya diungkap Komando Operasi Habema. Korban bernama Aris Sanda alias Bapak Tasya, warga asal Toraja, ditemukan meninggal dunia bersama kendaraannya yang terbakar di kawasan Danau Habema.

Kepala Penerangan Koops Habema Letkol Inf. Wirya Arthadiguna menjelaskan, kejadian bermula pada Selasa (16/9) sekitar pukul 06.00 WIT. Saat itu Aris membawa sejumlah penumpang dengan mobil bak terbuka dari Wamena menuju Mbua.

Di tengah perjalanan, kendaraan mereka dicegat oleh kelompok bersenjata OPM Kodap III Ndugama.

Kelompok tersebut kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sopir dan seluruh penumpang. Setelah itu, para penumpang diperintahkan kembali ke arah Wamena, sementara Aris ditahan dan digiring berjalan kaki ke arah Danau Habema.

Laporan kejadian itu langsung ditindaklanjuti oleh personel Koops Habema dengan melakukan penyisiran di sekitar lokasi pada Rabu (17/9). Dari hasil pencarian, tim menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi hangus terbakar dan jenazah Aris Sanda tidak jauh dari lokasi tersebut.

“Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya,” kata Wirya dalam keterangannya di Jakarta.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dengan prosedur pengamanan ketat. Hingga kini penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan.

Koops Habema menegaskan akan terus memburu kelompok yang terlibat dan memperkuat pengamanan di jalur-jalur rawan untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya.

“Koops TNI Habema akan terus melakukan upaya penanganan terhadap kelompok bersenjata yang terlibat, termasuk melaksanakan pengejaran dan mendukung proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku, guna mencegah jatuhnya korban berikutnya serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Wirya.