JAKARTA, tabloidnusantara. Saat jalan darat putus dan akses makin sulit pascagempa, BNPB memilih cara lain, lewat laut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengerahkan armada kapal untuk mengantar logistik darurat ke wilayah kepulauan terluar Nusa Tenggara Timur, termasuk Pulau Palue di Kabupaten Sikka yang aksesnya paling terbatas.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pengerahan kapal adalah satu-satunya cara cepat menjangkau warga yang terisolasi.
“Distribusi bantuan ke Pulau Palue di Kabupaten Sikka kami lakukan melalui jalur laut dengan kapal. Langkah ini menjadi solusi percepatan untuk menembus wilayah kepulauan yang memiliki kendala aksesibilitas darat pascabencana,” ujar Berton dalam keterangan di Jakarta, Minggu (16/8).
Ini bagian dari strategi BNPB memadukan jalur darat, laut, dan udara. Tujuannya satu: memastikan tidak ada titik pengungsian di NTT yang terlewat.
Bantuan yang Sudah Mendarat di Sikka
Kapal-kapal bantuan BNPB sudah berhasil membongkar muatan penting di Kabupaten Sikka. Isinya untuk menopang hidup para penyintas dalam beberapa pekan ke depan:
Kebutuhan tempat tinggal darurat
– 146 unit tenda keluarga
– 5 unit tenda pengungsi
– 200 kasur lipat, 700 selimut, dan 400 tikar
Kebutuhan dasar harian
– 300 paket sembako
– 100 paket kids ware
– 100 paket hygiene kit
– 5 unit tangki air, 10 unit genset, dan light tower untuk penerangan
Kepala BNPB Suharyanto menegaskan, saat ini fokus utama adalah mengaktifkan posko darurat dan melancarkan jalur distribusi. Baik di pulau besar maupun pulau-pulau kecil harus dapat pelayanan yang sama.
“Seluruh penyintas, baik di pulau utama maupun pulau-pulau kecil, harus mendapatkan pelayanan yang merata selama masa tanggap darurat,” tegasnya.
Kerja Bareng Lintas Sektor
Penanganan tidak hanya dilakukan BNPB. Sejumlah kementerian dan lembaga lain juga ikut mengerahkan sumber daya. Pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan Pemprov NTT dan pemerintah kabupaten/kota terdampak agar bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.
BNPB menyebut pemantauan situasi akan terus dilakukan. Mobilisasi logistik dan peralatan akan dikebut agar proses tanggap darurat berjalan cepat, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
Di tengah keterbatasan geografis NTT, laut yang biasanya jadi pemisah kini justru jadi jembatan. Dan lewat jembatan itulah bantuan akhirnya sampai ke tangan warga Pulau Palue.
