NABIRE, tabloidnusantara. Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah meningkatkan status kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah mendeteksi keberadaan 134 titik panas (hotspot) yang tersebar di tujuh kabupaten. Langkah strategis dan pemetaan penanganan tersebut dipaparkan langsung oleh Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jeremias Rontini, S.I.K., M.Si., dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPR Provinsi Papua Tengah, Nabire, Kamis (27/8).
Berdasarkan data pemantauan kepolisian, sebaran 134 hotspot mencakup Kabupaten Nabire (47 titik), Paniai (41 titik), Dogiyai (18 titik), Intan Jaya (16 titik), Puncak Jaya (11 titik), Mimika (3 titik), dan Deiyai (1 titik), sementara Kabupaten Puncak tercatat nihil.
Kapolda menegaskan bahwa jajarannya telah menggerakkan personel gabungan dalam Operasi Aman Nusa II dan berhasil melakukan pemadaman darat sebanyak 47 kali di titik-titik krusial. Selain upaya pemadaman, Polda Papua Tengah juga menempuh jalur penegakan hukum tegas terhadap indikasi kesengajaan pembakaran lahan.
“Kami tidak hanya fokus pada pemadaman di lapangan, tetapi juga melakukan penyelidikan mendalam terhadap dugaan pelaku pembakaran. Saat ini ada beberapa perorangan maupun pihak korporasi yang sedang kami dalami keterlibatannya,” tegas Brigjen Pol. Jeremias Rontini di Nabire.
Dalam paparannya di hadapan anggota DPRP, Pemprov Papua Tengah, TNI, BMKG, dan BPBD, Kapolda menguraikan sejumlah kendala fisik di lapangan. Tantangan utama meliputi medan geografis pedalaman yang sulit dijangkau moda transportasi darat, minimnya keterjangkauan jaringan komunikasi, keterbatasan sumber air, serta terbatasnya alat pelindung diri (APD) dan sarana pemadaman manual.
Guna mengatasi kendala tersebut, Polda Papua Tengah mengintensifkan sosialisasi edukatif secara rutin setiap pagi dan sore melalui Ditlantas dan Ditbinmas, sekaligus memetakan titik-titik sumber air potensial untuk mempermudah pengisian ulang armada pemadam.
Polri memastikan komitmen penuh untuk terus memperkuat sinergi lintas instansi demi meminimalkan dampak karhutla dan menjaga keselamatan masyarakat di wilayah Papua Tengah.
