SURABAYA, tabloidnusantara. Tangis Ela Nur Atika pecah di GSN Tanjung Perak, Minggu (13/9). Perempuan itu baru saja mendapat kabar yang paling ditunggu sejak Sabtu malam. Suaminya, Saiful, termasuk salah satu penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah kapal itu dinyatakan hilang kontak di perairan Laut Jawa.
Seharian Ela hidup dalam cemas. Telepon terakhir dari Saiful masuk pada pukul 07.30 WIB, tepat ketika sang suami bersiap naik ke kapal.
“Ini tiketnya jam 02.00 WIB, tapi kapalnya keterlambatan. Tiketnya jam 2 harusnya berangkat, terus terlambat,” cerita Ela dengan suara bergetar.
Setelah panggilan video itu, kabar terputus. Pesan WhatsApp yang dikirim Ela pukul 08.30 WIB hanya centang dua. Tidak ada balasan.
“Orang berangkat kerja kan, nggak tahu kalau kayak gini. Saya di-WA lagi jam 08.30 WIB, dibuka tapi nggak dibalas. Biasanya ke Jakarta sama ke Semarang, angkut barang paket,” ujarnya.
Saiful berangkat bersama rekan sesama sopir truk. Rutenya bukan hal baru bagi keluarga. Sudah sering ia menyeberang membawa muatan. Tapi kali ini berbeda. Kabar hilang kontaknya Virgo Transport 8 membuat Ela dan keluarga lain menunggu tanpa kepastian di dermaga.
Penantian panjang itu akhirnya berujung lega. Nama Saiful masuk dalam daftar penumpang yang berhasil dievakuasi dengan selamat.
“Alhamdulillah ya Allah, lega rasanya, senang kami, terima kasih semua,” ucap Ela sambil mengusap air mata.
Di tengah ruang tunggu pelabuhan, isak tangis itu bukan hanya milik Ela. Ada kelegaan yang sama dari keluarga lain yang akhirnya bisa menarik napas setelah berjam-jam dicekam khawatir.
Insiden hilangnya kontak Virgo Transport 8 di Laut Jawa masih dalam penanganan tim SAR gabungan. Sementara itu, bagi Ela, kabar selamatnya suami sudah cukup menjadi alasan untuk bersyukur.
