Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

RATUSAN JURNALIS GELAR DOA BERSAMA UNTUK 5 REKAN DAN 3 AWAK KAPAL YANG HILANG DI SELAT SUNDA

JAKARTA, tabloidnusantara. Suasana haru menyelimuti Balai Pewarta Foto di Jalan Prof Muhammad Yamin, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat sore.

Pewarta Foto Indonesia PFI Jakarta menggelar doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hingga kini masih hilang kontak di perairan antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.

Ratusan insan pers dari berbagai media di Jakarta dan sekitarnya hadir. Tidak ada pidato panjang. Yang terdengar hanya doa dan harapan agar tim SAR segera menemukan mereka dalam keadaan selamat.

Kegiatan ini bukan hanya di Jakarta. PFI di sejumlah daerah juga menggelar hal serupa secara serentak sebagai bentuk solidaritas satu profesi.

Ketua PFI Dwi Pambudo menyebut doa bersama ini adalah bentuk dukungan moral sekaligus titipan harapan kepada tim pencari.

“Semoga segala upaya yang telah dilakukan tim pencari, serta panjatan doa dari semuanya dapat berbuah kabar yang terbaik,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sekjen PFI Jakarta Eusebio Chrysnamurti menambahkan, doa itu juga untuk menguatkan keluarga yang menunggu.

“Kami sangat berterima kasih kepada teman-teman semua yang telah hadir dan memberikan doa. Kami berharap dengan doa-doa ini, tim pencari mendapatkan kemudahan, keselamatan dan menemukan 5 rekan kami beserta 3 awak kapal yang menyertai,” kata Eusebio.

Lima jurnalis itu berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan speedboat. Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita Antara, Ari Basuki dari http://Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari http://iNews.id, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, dan Donal jurnalis freelance. Tiga awak kapal ikut bersama mereka.

Kontak terakhir terjadi pukul 14.42 WIB. Salah satu jurnalis sempat mengirimkan share location kepada rekan PFI di Lampung. Titik itu berada di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau. Setelahnya, komunikasi terputus total. Pukul 18.13 WIB, sinyal dan kabar dari rombongan dinyatakan hilang.

Sejak saat itu tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polairud, dan nelayan setempat terus melakukan penyisiran di perairan Selat Sunda. Cuaca dan arus di lokasi dikenal berubah cepat, membuat pencarian menjadi semakin berat.

Hingga Jumat malam, belum ada tanda-tanda keberadaan speedboat maupun para penumpangnya. Keluarga, rekan seprofesi, dan publik kini hanya bisa menunggu sambil terus memanjatkan doa.

Bagi komunitas jurnalis, kehilangan ini bukan sekadar berita. Ini tentang rekan sekerja yang berangkat untuk meliput, lalu tak kunjung kembali.