BIMA, tabloidnusantara. Pembangunan jaringan Listrik Desa dari APBN 2026 di Kabupaten Bima, NTB, ngebut. Progres konstruksi rata-rata sudah 40 persen dengan sasaran 12 titik di 11 desa pada enam kecamatan.
Dari 12 lokasi, 10 titik sudah masuk tahap konstruksi. Satu lokasi terkendala perizinan dan satu lagi masih tarik-ulur tapal batas.
Capaian itu mengemuka dalam koordinasi Wakil Bupati Bima H Irfan Zubaidy dengan PLN UP3 Bima, Jumat.
Irfan menegaskan listrik bukan sekadar penerangan, melainkan fondasi kesejahteraan dan penggerak ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan desa.
“Pemerataan akses energi diperlukan untuk menunjang aktivitas produktif masyarakat dan mendukung pembangunan di tingkat desa,” tegasnya.
Sebaran Lisdes meliputi Lambu di Dusun Baku dan Mpori Lembo, Soromandi di Jembatan Besi dan So Besi Ryyando, Bolo di Tambe, Langgudu di Mamba, Sawah Karampi Barat, Tolo Karumbu dan Karumbu SMA 2, Madapangga di Tolotemba RT 09 dan Jembatan Campa, serta Woha di Tolo Pandai.
Manajemen PLN UP3 Bima Heri Dwi Sulistyo memastikan pengawalan ketat hingga perizinan dan sengketa batas tuntas, agar seluruh jaringan bisa segera dialiri listrik dan dirasakan manfaatnya oleh warga pelosok Bima.
