Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
PERISTIWA

PRIA 49 TAHUN DITEMUKAN GANTUNG DIRI DI RUMAH YANG HENDAK DIBELI DI LIMO DEPOK

JAKARTA, tabloidnusantara. Seorang pria berinisial K, 49 tahun, ditemukan tewas gantung diri di dalam rumah kosong di wilayah Limo, Cinere, Kota Depok, Senin (31/8/2026) pagi. Rumah itu disebut-sebut merupakan rumah yang berencana dibeli korban sehari sebelumnya.

K pertama kali dilaporkan hilang oleh keluarga karena tidak pulang ke rumah. Kecemasan itu membuat seorang rekan korban berinisial MD diminta ibunda K untuk mencarinya.

MD awalnya mendatangi tempat biasa K nongkrong. Tak menemukan, ia kemudian menuju rumah kosong di Limo yang disebut akan dibeli K. Di lokasi itulah MD menemukan hal tak terduga.

“Saat saksi masuk ke dalam rumah kosong tersebut, saksi melihat korban sudah dalam keadaan gantung diri dengan leher diikat menggunakan tali warna kuning yang diikat ke plafon kamar depan,” kata Kapolsek Cinere Kompol Chairul Saleh.

Temuan itu langsung dilaporkan ke keluarga dan pengurus RT setempat. Saat dicek, K sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Tertutup dan Punya Rencana Beli Rumah

Menurut MD, K dikenal sebagai pribadi tertutup sehingga ia tidak mengetahui persoalan yang dihadapi korban.

Namun keterangan keluarga membuka sedikit petunjuk. Sehari sebelum ditemukan tewas, K disebut menyampaikan keinginannya membeli rumah milik seseorang berinisial B.

“Korban mengatakan kepada saksi N kalau dirinya berkeinginan untuk membeli rumah milik B yang rencananya akan dibeli dengan cara korban terlebih dahulu menggadai rumahnya dan hasil gadai akan dibelikan rumah,” ungkap Kompol Chairul.

Keluarga Tolak Autopsi

Usai kejadian, istri korban menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Pihak keluarga menerima kematian K sebagai musibah.

Polisi sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Hingga kini motif pasti di balik tindakan K masih didalami.

Polisi mengimbau masyarakat yang mengalami tekanan psikologis agar mencari bantuan ke tenaga profesional atau menghubungi layanan konseling terdekat.