Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

PRESIDEN TURUN LANGSUNG KE PONTIANAK : 38 RIBU HEKTAR KALBAR TERBAKAR, 9 KABUPATEN SIAGA ASAP

PONTIANAK, tabloidnusantara. Presiden Prabowo Subianto tidak mengirim utusan. Sabtu ini, ia datang sendiri ke Mako Lanud Supadio, Pontianak, untuk memimpin rapat darurat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.

Ruang rapat penuh. Hadir 8 pimpinan kementerian dan lembaga, 10 kepala daerah, serta perwakilan BMKG dan BPBD. Agenda tunggal: padamkan api sebelum kabut asap kembali mengepung warga.

“Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata. Sekarang saya minta siapa bisa kasih saya presentasi tentang situasi,” buka Prabowo, langsung memotong basa-basi.

Data yang dipaparkan: api sudah lahap 38.310 hektare

Tenaga Ahli BNPB Asbullah membeberkan angka terbaru. Sejak Januari hingga Agustus 2026, luas lahan yang terbakar di Kalbar mencapai *38.310,86 hektare*.

Empat kabupaten paling parah:

– Ketapang: 12.443 hektare

– Kubu Raya: 8.614 hektare

– Mempawah: 6.144 hektare

– Sambas: 2.318 hektare

Yang membuat situasi makin rawan: sebagian besar titik api berada di wilayah gambut. Saat terbakar, gambut sulit dipadamkan dan menjadi sumber utama kabut asap.

Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar Daniel menambahkan, sejak awal tahun Pemprov Kalbar sudah menetapkan status siaga darurat bencana asap. Hingga kini *9 kabupaten/kota* di Kalbar berstatus siaga.

Upaya pemadaman tidak hanya di darat. Sejak April 2026, pemerintah sudah menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca untuk memancing hujan.

Tapi OMC bukan sulap. “Operasi modifikasi cuaca itu tidak bisa dilakukan sembarangan. Itu berdasarkan perkiraan dari BMKG apakah ada potensi awan yang bisa ditaburi garam berpotensi hujan. Kalau tidak, tidak bisa juga,” jelas Daniel.

Artinya, patroli darat, pemantauan udara, dan pemadaman manual tetap jadi garda depan selama awan belum bersahabat.

Kalbar sudah berulang kali jadi episentrum kabut asap lintas batas. Dengan luas kebakaran yang menembus 38 ribu hektare di 8 bulan pertama tahun ini, tekanan ke kesehatan warga, penerbangan, dan ekonomi daerah meningkat tajam.

Kehadiran langsung Prabowo di Pontianak memberi sinyal: pemerintah pusat mengambil alih komando. Fokus rapat kini mengerucut pada tiga hal: percepat pemadaman di titik kritis gambut, perkuat patroli, dan siapkan skenario darurat kesehatan jika asap kembali pekat.

Pemerintah menyatakan akan terus mengoptimalkan semua lini: darat, udara, dan modifikasi cuaca, sesuai kondisi atmosfer hari ke hari.

Dengan musim kemarau yang belum mereda, pertanyaannya sekarang bukan lagi “berapa luas yang terbakar”, tapi “berapa cepat api bisa dihentikan sebelum Kalbar kembali diselimuti asap”.