Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BENCANA ALAM

POLRI KIRIM 137 PERSONEL DAN LOGISTIK KE NTT, FOKUS EVAKUASI KORBAN PASCA GEMPA

JAKARTA, tabloidnusantara. Gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8) langsung direspons cepat Polri. Kurang dari 24 jam, 137 personel gabungan beserta dukungan logistik diberangkatkan ke wilayah terdampak untuk mempercepat evakuasi dan pemulihan.

Pesawat carter lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu malam pukul 22.00 WIB. Pasukan yang dikirim merupakan tim khusus yang memang disiapkan untuk bencana.

“Prioritas utama Polri saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat, melakukan evakuasi, memberikan pertolongan kepada korban, serta memastikan kebutuhan masyarakat yang terdampak dapat segera tertangani,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, Minggu (16/8).

Dari 137 personel itu, komposisinya dibagi sesuai kebutuhan di lapangan:

– 101 personel SAR Brimob: membawa peralatan lengkap untuk pencarian dan pertolongan, termasuk Tim K9 untuk menyisir bangunan runtuh

– 14 personel DVI dan Dokkes: untuk pelayanan kesehatan dan identifikasi korban

– 9 personel Humas: untuk komunikasi publik dan informasi ke masyarakat

– 3 personel Slog: mendukung logistik

– 10 personel Propam: pengamanan dan penegakan disiplin

Sejak gempa terjadi, jajaran Polda NTT bersama TNI, Basarnas, BPBD, dan pemerintah daerah sudah bergerak. Kapolda NTT juga memerintahkan seluruh Kapolres di wilayah terdampak turun langsung. Beberapa posko pengungsian sudah didirikan di titik-titik yang aman.

Selain personel, Polri menyiapkan bantuan logistik yang akan diterbangkan dari Pondok Cabe menggunakan pesawat CN-295. Isinya:.

– 10 set tenda peleton untuk posko dan pengungsian

– 10 unit Wi-Fi portabel dan One-Tekka untuk memulihkan komunikasi

– 240 dus makanan cepat saji untuk kebutuhan dasar warga

 

Peralatan komunikasi menjadi krusial karena sejumlah wilayah di Flores masih mengalami kendala jaringan.

 

Hingga Minggu siang, data resmi korban dan kerusakan masih terus dikumpulkan. Proses verifikasi terkendala akses komunikasi di beberapa titik.

“Data masih bersifat dinamis. Nanti kalau sudah terverifikasi dan tervalidasi, akan disampaikan melalui Media Center Terpadu,” kata Johnny.

“Dengan demikian, penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari menyelamatkan korban, memenuhi kebutuhan dasar, hingga membantu masyarakat melewati masa pemulihan,” lanjutnya.

Gempa M7,7 pada Sabtu pagi menjadi salah satu gempa terkuat di NTT dalam beberapa tahun terakhir. Dengan pengerahan cepat ini, Polri berharap proses evakuasi dan distribusi bantuan bisa berjalan lebih cepat agar warga terdampak segera mendapatkan penanganan.