Selasa, 13 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
KRIMINAL

POLISI DAN BEA CUKAI BANDARA GEREBEK RUMAH PRODUKSI NARKOTIKA ETOMIDATE DI PIK

Bagikan berita:

‎TANGERANG, tabloidnusantara. Petugas gabungan dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) bersama Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, berhasil membongkar praktik home industry (industri rumahan) tempat produksi narkotika jenis etomidate di kawasan perumahan elit Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara pada Jumat (18/7).

‎Dalam penggerebekannya, Satuan Unit Reserse Narkoba (Satnarkoba) menemukan ribuan unit cartridge pods siap edar hingga perlengkapan produksi seperti mini lab yang kemudian disita.

‎Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan satu orang tersangka berinisial LHM (34), warga negara Singapura yang diketahui berperan sebagai juru masak atau koki dari produk narkotika tersebut.

‎”Untuk tersangka sementara kita amankan satu orang warga negara asing yaitu dari Singapura dengan ribuan barang bukti,” kata Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Wisnu Wardana di Tangerang, Jumat (18/7).

‎Ia menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari hasil pencegahan penyelundupan paket kiriman dua botol bahan baku etomidate dengan berat 2.200 gram dari negara Malaysia oleh tim Bea Cukai Soekarno Hatta.

‎Kemudian, petugas melakukan pelaksanaan operasi gabungan antara Bea Cukai dan Kepolisian hingga menemukan lokasi produksi narkotika di kawasan perumahan elit di PIK.

‎”Di sana, kami menemukan ribuan cartridge yang sudah siap untuk dilakukan produksi massal,” ujarnya.

‎Dalam operasi tersebut, pihak kepolisian mengungkapkan aktivitas dari industri rumahan ini diketahui baru terlaksana dan membuat produk cartridge pada Kamis (16/7). Berdasarkan temuannya dari bahan etomidate sebanyak dua liter tersebut mampu memproduksi sekitar 2.000 unit cartridge pods siap edar.

‎Meski demikian, hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait sudah berapa lama praktik ilegal ini beroperasi dan berapa banyak barang haram yang telah berhasil diedarkan.

‎”Kami masih melakukan pengembangan lebih lanjut. Informasi lebih rinci akan kami sampaikan dalam konferensi pers selanjutnya,” tutur dia.

‎Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti berupa etomidate dan alat produksi lainnya telah diamankan oleh pihak Kepolisian Bandara Soetta untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

‎Sementara, untuk rumah mewah yang dijadikan sebagai lokasi produksi narkotika dari jaringan internasional ini disegel dan diamankan oleh petugas berwenang.