JAKARTA, tabloidnusantara – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dijadwalkan bertemu Komnas Perempuan di Jakarta pada Kamis, (14/8) Pertemuan itu digelar setelah pernyataan Amran yang meminta Kepala Badan Gizi Nasional mengganti Koordinator Wilayah BGN Surabaya, Tiara Devi, memicu sorotan karena dinilai mengandung stereotip gender.
Kepala Biro KLI Kementan, Arif Cahyono, menyebut pertemuan bukan untuk klarifikasi lanjutan. “Lebih merupakan pertemuan silaturahmi biasa,” ujarnya.
Polemik bermula dari Rapat Koordinasi Peternak di Surabaya, Selasa, 12 Agustus 2026. Rapat itu digelar sehari setelah gelombang demonstrasi peternak di berbagai daerah pada Senin.
Salah satu tuntutan utama peternak adalah SPPG yang belum mau menyerap telur langsung dari peternak. Padahal Kepala BGN sudah menyetujui surat permintaan Mentan agar SPPG meningkatkan serapan telur untuk mendongkrak harga yang sedang turun.
Dalam forum tersebut, Amran mengusulkan pergantian Tiara Devi. Alasannya, seluruh SPPG di wilayah Surabaya yang berada di bawah tanggung jawab Tiara belum ada satu pun yang menyerap telur dari peternak.
Usulan itu kemudian disorot Komisioner Komnas Perempuan, Daden Sukendar. Daden menilai pernyataan Mentan menjurus pada stereotip gender.
Klarifikasi dan Tawaran Pindah Tugas
Kementan bergerak cepat merespons. Menurut Arif Cahyono, begitu membaca pemberitaan, Mentan Amran langsung menelpon Komnas Perempuan.
”Begitu membaca berita itu, Mentan Amran langsung menelpon Komnas Perempuan, meminta maaf dan menjelaskan bahwa beliau tidak bermaksud seperti itu. Mereka mengerti. Permasalahan clear,” ujar Arif.
Arif menjelaskan, beberapa saat setelah pernyataan di Surabaya disampaikan, Mentan mendapat informasi bahwa Tiara tengah hamil.
Merespons kondisi itu, Amran menawarkan opsi bagi Tiara untuk pindah tugas ke Kementerian Pertanian di Jakarta. Jabatan yang ditawarkan setara atau bahkan lebih tinggi, dengan beban kerja yang tidak menuntut tantangan fisik dan psikis seberat posisi Koordinator Wilayah BGN.
”Tujuannya agar beliau tetap bisa menjalankan tugas tanpa mengorbankan kondisi kehamilan,” kata Arif.
Bukan Klarifikasi, Tapi Silaturahmi
Pertemuan dengan Komnas Perempuan yang dijadwalkan Kamis kemarin, menurut Arif, tidak dimaksudkan untuk membahas polemik lebih lanjut.
”Pertemuan besok lebih merupakan pertemuan silaturahmi biasa,” tambahnya.
Meski begitu, pertemuan ini memiliki nilai penting karena mempertemukan dua lembaga negara di tengah perdebatan publik soal kepemimpinan perempuan di birokrasi dan perlindungan pekerja hamil.
Komnas Perempuan sebelumnya konsisten mendorong agar setiap kebijakan mutasi atau evaluasi pejabat tidak didasarkan pada jenis kelamin atau kondisi reproduksi.
Tekanan ke SPPG Dongkrak Harga Telur
Isu serapan telur menjadi krusial setelah harga telur anjlok dan peternak turun ke jalan. Pemerintah melalui BGN dan Kementan berupaya agar SPPG program Makan Bergizi Gratis menjadi penyerap utama produksi peternak lokal.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala BGN belum memberikan pernyataan resmi terkait usulan pergantian Tiara Devi.
Pertemuan Mentan Amran dan Komnas Perempuan Kamis ini menjadi titik temu antara kebijakan teknis pertanian dan isu kesetaraan gender. Publik menunggu apakah pertemuan silaturahmi ini juga akan melahirkan komitmen bersama soal perlindungan perempuan pekerja di sektor publik.
