Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

POLDA KALSEL UJI PEMADAMAN GUNAKAN CAIRAN PATI SINGKONG PADA KARHUTLA

BANJARBARU, tabloidnusantara. Polda Kalimantan Selatan mulai menguji metode baru pemadaman karhutla di lahan gambut Banjarbaru. Senjatanya bukan air biasa, melainkan cairan berbasis pati singkong yang dikembangkan bersama Mabes Polri. Hasil uji di lapangan menunjukkan api lebih cepat padam dan tidak mudah menyala kembali.

Cairan itu dibuat dari campuran tepung ubi, amonium polifosfat, air, dan zat pembasah. Komposisinya sederhana, tapi dirancang khusus untuk karakter gambut yang sulit dipadamkan.

“Atas dukungan dan arahan Bapak Kapolri, kami melakukan pengujian formula bubuk tepung yang dicampur air ini dan hasilnya menunjukkan efektif menekan laju api,” kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan, Jumat (28/8).

Di lahan gambut, kendala terbesar adalah air cepat meresap dan menguap sehingga api bawah tanah terus menjalar. Karena itu pati singkong dipakai sebagai perekat alami.

Ketika dicampur air, cairan menjadi lebih lengket dan mampu bertahan lama di permukaan tanah. Dengan begitu pembasahan berlangsung merata dan panas bisa diturunkan secara efektif.

Saat ini formula bantuan dari Mabes Polri tersebut sedang digandakan oleh Bidang Laboratorium Forensik Bidlabfor Polda Kalsel agar bisa diproduksi dalam jumlah besar untuk kebutuhan di lapangan.

Selain penyemprotan permukaan, Polda Kalsel juga menggandeng Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia GAPKI untuk menerapkan metode suntik gambut.

Tim menyuntikkan air yang dicampur busa sebagai agen pembasah langsung ke dalam tanah hingga kedalaman dua meter. Dari uji coba yang dilakukan, suhu tanah di sekitar titik suntik dengan radius satu meter mengalami penurunan signifikan. Titik api bawah tanah pun menjadi dingin.

Kapolda menargetkan produksi cairan ini dimulai hari ini dan langsung digunakan di tiga wilayah prioritas. Tiga lokasi itu adalah Guntung Damar, hutan lindung Liang Anggang, dan Pengayuan. Pemilihan Banjarbaru sebagai fokus utama juga karena wilayah ini mencakup area bandara.

Jika karhutla meluas, kabut asap berpotensi mengganggu penerbangan dan aktivitas masyarakat. Dengan daya rekat dari pati singkong, pembasahan diharapkan bisa bertahan lebih lama meski cuaca panas dan kering. Kombinasi antara penyemprotan di permukaan dan penyuntikan ke dalam tanah diharapkan mampu memutus rantai api dari atas maupun dari bawah.

Hingga kini tim gabungan masih terus melakukan penyiraman intensif di ketiga titik prioritas tersebut sambil menunggu hasil standarisasi dari Bidlabfor.