Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
DESAIN & ARSITEKTUR

PERKUAT KONEKTIVITAS WILAYAH PESISIR, PEMKAB MIMIKA MATANGKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN PELABUHAN ASDP KAPIRAYA DAN OTAKWA

TIMIKA, tabloidnusantara. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Perhubungan mematangkan perencanaan teknis pembangunan dua Pelabuhan Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) di Kampung Kapiraya (Distrik Mimika Barat Tengah) dan Kampung Otakwa (Distrik Mimika Timur Jauh), Provinsi Papua Tengah.

Langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan aksesibilitas transportasi perairan serta memperlancar arus mobilitas warga dan distribusi barang di kawasan pesisir Mimika.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menegaskan bahwa penataan infrastruktur perhubungan air merupakan kunci strategis dalam membuka keterisolasian daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

“Kondisi geografis Kabupaten Mimika yang didominasi jalur perairan dan sungai menjadikan transportasi air sebagai urat nadi mobilitas warga. Pembangunan prasarana pelabuhan ASDP ini tidak sekadar kajian perencanaan, melainkan komitmen nyata pemkab yang akan direalisasikan secara fisik untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pesisir,” tegas Wakil Bupati Emanuel Kemong saat membuka seminar hasil studi perencanaan di Timika, Jumat (11/9).

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Alfasiah, menjelaskan bahwa pelaksanaan seminar hasil yang melibatkan konsultan perencanaan, Bappeda, serta Dinas PUPR Mimika ini bertujuan menyempurnakan dokumen kelayakan teknis sebelum masuk ke tahap konstruksi.

Lokasi pembangunan pelabuhan di wilayah barat yang semula direncanakan di Kampung Uta dialihkan ke Kampung Kapiraya. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil peninjauan lapangan yang menunjukkan pendangkalan alur sungai di Uta saat air laut surut, sehingga tidak memungkinkan untuk disinggahi kapal penyeberangan.

“Tahapan perencanaan matang kita rampungkan pada tahun 2026 ini, sehingga pengerjaan fisik dapat dimulai secara bertahap pada tahun 2027. Berdasarkan kalkulasi awal perencanaan, perkiraan alokasi anggaran pembangunan Pelabuhan Kapiraya sebesar Rp30 miliar dan Pelabuhan Otakwa sebesar Rp38 miliar lebih, yang nantinya akan diselaraskan kembali bersama tim teknis Pemkab Mimika,” papar Alfasiah.

Keberadaan dua pelabuhan penyeberangan ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pelayaran, menjamin kelancaran rantai pasok logistik, serta mempercepat pelayanan publik bagi warga di wilayah pelosok Mimika.