TIMIKA, tabloidnusantara. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) mengoptimalkan kembali penggunaan lahan sawah eksis seluas 500 hektare guna mendongkrak produksi beras sekaligus memperkokoh kedaulatan pangan daerah.
Reaktivasi lahan sawah cetak tersebut menjadi langkah prioritas Pemkab Mimika untuk memaksimalkan infrastruktur pertanian yang sudah ada sebelum merealisasikan perluasan area secara berskala besar.
Plt Kepala DTPHP Kabupaten Mimika, Abdul Haris Sudharmono, menegaskan bahwa pengembangan budidaya padi di Mimika dijalankan secara selaras tanpa mengesampingkan eksistensi sagu sebagai komoditas pangan lokal utama masyarakat Papua.
“Pengembangan tanaman padi adalah bagian dari komitmen kita mendukung program ketahanan pangan nasional. Namun, penanaman padi tidak boleh mengorbankan keberadaan sagu. Ketahanan pangan nasional terus kita dorong, tetapi perlindungan pangan lokal sagu tetap menjadi prioritas yang kita jaga keberlanjutannya,” ujar Abdul Haris Sudharmono di Pusat Pemerintahan Pemkab Mimika, Karang Senang, Senin (14/9).
Selain reaktivasi 500 hektare lahan eksis, Pemkab Mimika menyiagakan langkah teknis menyambut program strategis nasional terkait pencetakan sawah baru dengan target desain mencapai 7.000 hektare di beberapa distrik potensial.
Program komprehensif tersebut nantinya mencakup penyiapan sarana pembukaan lahan, jaringan irigasi, penyediaan benih dan pupuk, bantuan alat mesin pertanian (alsintan), hingga penyerapan hasil panen petani.
Melalui sinergi antara pembukaan lahan terstruktur dan pelestarian areal sagu rakyat, Pemkab Mimika optimistis mampu memenuhi kebutuhan logistik pangan daerah secara mandiri dan berkelanjutan.
