NABIRE, tabloidnusantara. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah secara resmi mengajukan paket program pengembangan sektor kelautan dan perikanan terpadu kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia dalam pertemuan tingkat tinggi bersama jajaran Direktorat Jenderal KKP di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Langkah diplomasi pembangunan daerah tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, bersama Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua Tengah, Carlos Matuan. Pengajuan program strategis ini ditargetkan masuk dalam alokasi APBN Tahun Anggaran 2027 guna memperkuat kedaulatan pangan, menjaga rantai dingin hasil tangkapan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat di wilayah pesisir maupun pegunungan.
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menjelaskan bahwa usulan utama Pemprov Papua Tengah berfokus pada pembangunan infrastruktur fasilitas penyimpan dingin (cold storage) kapasitas besar di Nabire dan Timika sebagai pusat pengolahan serta logistik perikanan tangkap regional.
“Pembangunan cold storage berkapasitas besar di Nabire dan Timika merupakan kebutuhan mendesak untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan pesisir, menjaga stabilitas harga, serta memperluas jangkuan rantai distribusi ikan. Kami juga mengusulkan armada perahu nelayan modern agar produktivitas tangkap meningkat drastis,” ujar Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, saat dikonfirmasi dari Nabire, Jumat (30/10).
Selain penguatan sektor perikanan laut di wilayah pesisir, Pemprov Papua Tengah merancang program ekspansi budidaya ikan air tawar secara masif yang menyasar enam kabupaten di wilayah pegunungan:
- Kawasan Danau (Paniai, Deiyai, Dogiyai): Optimalisasi kawasan perairan Danau Paniai, Danau Tigi, dan Danau Tage untuk karamba dan budidaya perikanan darat berkelanjutan.
- Kawasan Komunal Kampung (Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya): Pembangunan kolam budidaya ikan air tawar (seperti ikan nila) skala kampung seluas $1.000\text{ m}^2$ ($20\text{ m} \times 50\text{ m}$) sebagai penyedia gizi lokal dan penekan angka stunting.
Jajaran KKP memberikan respons positif atas peta jalan (roadmap) pengembangan perikanan berbasis zonasi wilayah tersebut. Pemprov Papua Tengah siap melakukan sinkronisasi teknis secara intensif guna memastikan modernisasi infrastruktur perikanan ini dapat terintegrasi sempurna dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan program nasional Asta Cita.
