BOVEN DIGOEL, tabloidnusantara. Pemerintah Kabupaten Boven Digoel melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Peternakan, dan Perikanan (TPHPP) terus menggenjot pengembangan sektor perikanan budidaya berbasis masyarakat di tingkat akar rumput. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan sarana produksi berupa benih ikan nila dan pakan kepada Kelompok Noma di Kampung Langgoan, Distrik Iniyandit, pada Jumat (28/8).
Bantuan diserahkan secara langsung oleh Kepala Seksi Budidaya Dinas TPHPP Kabupaten Boven Digoel, Paulus Amunian, S.Pi., sebagai langkah nyata mendorong budidaya perikanan air tawar menjadi sumber pendapatan ekonomi alternatif yang berkelanjutan bagi masyarakat kampung.
“Penyaluran bantuan ini merupakan wujud perhatian dan dukungan konkret pemerintah daerah agar usaha budidaya ikan masyarakat dapat terus berkembang, produktif, serta menjadi penopang utama ekonomi keluarga,” ujar Paulus Amunian di Kampung Langgoan.
Selain penyerahan bantuan secara simbolis, Dinas TPHPP Boven Digoel juga menggelar dialog teknis bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kaetanus Tarong serta Ketua Kelompok Noma, Yulianus Tondayop. Diskusi interaktif tersebut bertujuan memetakan tantangan budidaya di lapangan, seperti penanganan kualitas air, ketersediaan pakan lanjutan, hingga teknik pembesaran benih.
Ketua Kelompok Noma, Yulianus Tondayop, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas bantuan dan pendampingan berkala yang diberikan oleh pemerintah daerah.
“Bantuan benih dan pakan ini sangat berarti bagi kelompok kami yang sedang mengembangkan usaha budidaya. Pendampingan teknis ini menjadi modal penting untuk meningkatkan hasil produksi dan memastikan usaha ini berjalan berkelanjutan,” kata Yulianus.
Melalui program pemberdayaan ini, Pemkab Boven Digoel berharap keberhasilan Kelompok Noma dapat menjadi percontohan (pilot project) bagi kelompok masyarakat lainnya di Distrik Iniyandit untuk mengoptimalkan potensi perikanan darat demi mewujudkan kemandirian pangan dan kesejahteraan ekonomi lokal.
