Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
KRIMINAL

PENANGKAPAN LIMA TERDUGA PELAKU PEMBUNUHAN BERUJUNG PENGRUSAKAN MAPOLSEK KWAMKI NARAMA, PASUKAN BRIMOB DITERJUNKAN

MIMIKA, tabloidnusantara. Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Kwamki Narama diserang dan dirusak sekelompok massa pada Sabtu (29/8) dini hari sekitar pukul 02.00 WIT. Aksi anarkis tersebut terjadi pasca-penangkapan lima orang terduga pelaku pembunuhan oleh tim gabungan Polres Mimika dan Brimob Batalyon B Polda Papua Tengah.

Insiden berawal saat petugas menangkap lima warga Kampung Amole yang diduga kuat terlibat dalam kasus pembunuhan seorang pengemudi ojek di kawasan Belakang Keuskupan tembusan Jembatan Waker yang terjadi pada 25 Juli 2026 lalu.

Massa yang terprovokasi oleh penangkapan tersebut mendatangi Mapolsek Kwamki Narama dan melakukan pengrusakan fasilitas kantor menggunakan batu dan benda tumpul.

Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, mengonfirmasi bahwa penyerangan tersebut merusak sejumlah fasilitas fisik di bagian depan hingga ruang pejabat utama.

“Fasilitas kantor yang mengalami kerusakan meliputi kaca jendela ruang tengah, kaca ruang Kapolsek, kaca ruang Kasium, serta pintu utama kantor Polsek Kwamki Narama,” ujar Iptu Yusak Sawaki di Mimika.

Merespons situasi darurat tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan area markas guna mencegah eskalasi konflik maupun serangan susulan. Penebalan personel langsung dilakukan dengan menempatkan pasukan dari Batalyon B Brimob Polda Papua Tengah di Mapolsek Kwamki Narama.

Iptu Yusak memastikan seluruh personel Polsek Kwamki Narama dalam kondisi aman dan selamat. Situasi keamanan di wilayah hukum Kwamki Narama kini telah berhasil dikendalikan sepenuhnya, meski pengawasan dan siaga penuh tetap diberlakukan di lokasi.