Selasa, 29 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

PEMPROV PAPUA TENGAH PERKUAT SINERGI DELAPAN KABUPATEN TEKAN STUNTING DAN KEMISKINAN EKSTREM

Bagikan berita:

NABIRE, tabloidnusantara. Pemerintah Provinsi Papua Tengah memperkuat koordinasi lintas sektor bersama delapan pemerintah kabupaten untuk mempercepat penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem yang masih menjadi tantangan pembangunan di wilayah tersebut.

Komitmen itu ditegaskan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa melalui Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Papua Tengah, Selasa (29/9/2026).

Rakor tersebut menjadi forum untuk memantau sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem di seluruh kabupaten, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

Dalam sambutan Gubernur Meki Nawipa yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Tengah Victor Fun, pemerintah kabupaten diminta memperkuat komitmen bersama agar berbagai program penanganan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi menghasilkan perubahan yang dirasakan langsung masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari seberapa perubahan yang dirasakan oleh masyarakat,” ujar Meki dalam sambutan yang dibacakan Victor.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan intervensi terhadap stunting dilakukan secara tepat, terutama untuk menjamin anak-anak Papua Tengah memperoleh akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan yang layak.

Pemprov Papua Tengah juga menaruh perhatian pada kondisi masyarakat yang berada dalam kemiskinan ekstrem. Intervensi pemerintah, kata Meki, harus diarahkan secara tepat sasaran agar masyarakat secara bertahap mampu keluar dari kondisi tersebut dan membangun kehidupan yang lebih layak serta mandiri.

“Kami ingin memastikan anak-anak Papua Tengah dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, mendapatkan akses kesehatan dan pendidikan yang layak serta hidup dalam lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka,” demikian pesan Gubernur.

Di sisi lain, penanganan kemiskinan ekstrem membutuhkan keterpaduan program antarinstansi dan antarpemerintah daerah. Karena itu, evaluasi berkala diperlukan untuk memastikan program yang telah berjalan benar-benar menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Rakor lintas sektor tersebut sekaligus menegaskan bahwa penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem tidak dapat dilakukan secara parsial. Pemprov Papua Tengah mendorong delapan kabupaten menyatukan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi agar intervensi pembangunan lebih terukur dan berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.