Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HANKAM

PATROLI CIPTA KONDISI DI KWAMKI NARAMA DISERANG PANAH, POLRES MIMIKA TEGASKAN TINDAK PIDANA BAWA SAJAM

TIMIKA, tabloidnusantara. Mobil dinas kepolisian yang memimpin rombongan patroli gabungan Polres Mimika diserang dengan tembakan anak panah oleh sekelompok warga saat melintas di perempatan Dang, depan Gereja Bethel, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Kamis (3/9).

Insiden tersebut terjadi saat aparat keamanan tengah menggelar patroli preventif guna memutus eskalasi konflik dan perang suku yang kembali memanas di wilayah tersebut.

Kasat Samapta Polres Mimika, Iptu Fransiskus Tethool, menjelaskan bahwa serangan mendadak itu menyasar kendaraan dinas yang dikendarai personelnya di garis depan rombongan.

“Saat kami membuka jalan di sekitar perempatan Dang, ada warga membawa senjata tajam di pinggir jalan yang melepaskan anak panah ke arah kendaraan. Beruntung kaca kendaraan dalam posisi tertutup rapat sehingga anak panah memantul dan tersangkut di karet kaca. Seluruh personel selamat tanpa luka,” ujar Iptu Fransiskus Tethool di Timika.

Guna membubarkan kerumunan massa yang terprovokasi serta mencegah eskalasi serangan, personel gabungan mengambil tindakan terukur dengan menembakkan gas air mata hingga situasi berhasil dikendalikan.

Wakapolres Mimika, Kompol Jaihot Limbong, menegaskan bahwa Polres Mimika tidak akan mundur dan bakal terus mengintensifkan patroli keamanan di wilayah Kwamki Narama hingga situasi benar-benar kondusif.

Kompol Jaihot juga mengeluarkan peringatan keras terkait kepemilikan dan penggunaan senjata tajam maupun senjata tradisional di muka umum.

“Patroli akan terus ditingkatkan demi menghentikan konflik antar kelompok warga dan menjaga ketertiban masyarakat umum. Kami tegaskan, siapa pun yang kedapatan membawa senjata tajam di tempat umum tanpa hak akan langsung diproses secara hukum,” tegas Kompol Jaihot Limbong.

Polres Mimika mengimbau seluruh pihak yang bertikai di Kwamki Narama untuk menahan diri, meletakkan senjata, serta menyelesaikannya melalui jalur dialog guna mengembalikan kedamaian di Kabupaten Mimika.